Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua KPK: 'Kami Memahami Kegelisahan Pak SBY'

Dengan serius, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengatakan bahwa dirinya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Dengan serius, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengatakan bahwa dirinya sangat memahami kegelisahan Presiden RI SBY, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, agar status Anas Urbaningrum dipertegas KPK.

"Itu bukan instruksi. Hanya mengharapkan jangan menggantung dan kalau bersalah segera dituntaskan. Kita memahami kegelisahan Pak SBY. Kegelisahan Pak SBY adalah kegelisahan juga masyarakat  Indonesia," ujarnya saat menggelar konfrensi pers di hotel Grand Angkasa Medan, Selasa (5/1/2013).

Ia mengatakan, dalam perkara Anas, pihaknya masih mendalami dan dilakukan pengembangan dalam kasus tersebut. "Jangan dipikir kami melindungi orang-orang tertentu. Kami terbuka dan tidak ada dugaan KPK melindungi dan menjatuhkan pihak tertentu. Manusia sama didepan hukum," urainya.

Ia mengatakan, saat ini KPK memiliki keterbatasan di mana penyidik yang dimiliki pihaknya lebih kurang 50 orang. Itu katanya yang membuat KPK tertatih-tatih. "Silakan awasi KPK, jangan ada anggapan KPK melindungi orang-orang tertentu," katanya.

Dia memaparkan, KPK terus serius bekerja agar penegakan hukum berlangsung adil. "Mudah-mudahan ke depan akan ada progres report semua kasus," ucap Abraham.

Sebelumnya,  Presiden SBY yang merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengatakan bahwa KPK segera menuntaskan kasus-kasus yang melibatkan oknum Partai Demokrat, termasuk yang membelit Anas Urbaningrum, agar Demokrat tidak semakin lama tersandera.

Rekomendasi Untuk Anda

baca juga:

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas