Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teten Masduki Sempat Menolak Riwayat Hidupnya Dibukukan

Teten Masduki mengaku tidak pernah bermimpi riwayat hidupnya ditulis dalam sebuah buku.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teten Masduki mengaku tidak pernah bermimpi riwayat hidupnya ditulis dalam sebuah buku.

Awalnya, Teten berusaha menolak ketika Ahmad Arif dan Ilmah Khoiri menghubunginya, supaya perjalanan hidupnya ditulis.

"Saya tidak merasa tokoh besar, sehingga perlu untuk ditulis dalam buku. Saya coba menolak dalam pengertian apa perlu menulis buku tentang saya," ujar Teten merendah dalam peluncuran buku 'Teten Masduki: Panglima Domba Melawan Korupsi, di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Buku tersebut akhirnya ditulis, dengan kesepakatan riwayat hidup Teten ditulis runut.

"Oke kami sepakati. Merunut hidup saya mulai dari zaman Orde Baru, kampus, masuk ke zaman transisi, dan setelah transformasi," ungkap Teten.

Teten Masduki memang fenomenal. Bagi Teten, hidup adalah eksperimen. Dalam hidupnya, Teten telah melewati beberapa titik balik dan persimpangan.

Buku tersebut juga memuat wawancara dengan tokoh-tokoh terkenal, yakni Adnan Buyung Nasution (Pendiri Yayasan LBHI), Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina), Danang Widyoko (Koordinator ICW), dan Teten Masduki.

Rekomendasi Untuk Anda

Buku setebal 404 halaman ditulis oleh dua jurnalis Kompas, dan diterbitkan Noura Books (PT Mizan Publika). (*)

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas