Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Feisal Tanjung Fasih Berbahasa Jerman

Mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung tutup usia, dalam usia 74 tahun.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung tutup usia, dalam usia 74 tahun.

Feisal meninggal karena sakit, di Rumah Sakit Siloam Jakarta, Senin (18/2/2013) pukul 06.30 WIB. Jenazah dilepas dari rumah duka di Jalan Taman Patra II Nomor 4, Kuningan, Jakarta Selatan, dalam sebuah upacara militer, dengan Inspektur Upacara Menkopolhukam Joko Suyanto.   

Pemakaman digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, juga dengan upacara militer. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Wakil Presiden Boediono.      

Berdasarkan rilis yang diterima Tribunnews.com dari Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Ir Minulyo Suprapto, mantan Panglima ABRI periode 21 Mei 1993-20 Februari 1998, lahir di Tarutung, Sumatera Utara, 17 Juni 1939. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama DR Masrowida Lubis, serta tiga anak, yakni Astrid Tanjung, Yasser Tanjung, dan Yusuf Tanjung.

Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung merupakan lulusan AMN tahun 1961, dengan pangkat Letnan Dua.

Semasa berdinas di militer, ia pernah mengikuti berbagi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, antara lain Suslapa Infanteri (1977), Lemhannas (1982), Sesko di Jerman Barat (1975), dan International Defence Management Course (IDMC) di Amaerika Serikat pada 1981.   

Semasa hidupnya, pria yang fasih berbahasa Inggris dan Jerman, pernah menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain Dan Brigif Linud 17 (1976), Pangkopur Linud Kostrad (1981), Pangdam VI/Tanjungpura (1985), Danseskoad (1988), Kasum ABRI (1992), dan terakhir Panglima ABRI (1993-1998).   

Rekomendasi Untuk Anda

Riwayat penugasan yang pernah ia lakukan adalah Operasi Masohi RMS (1963), Operasi Trikora (1963), Operasi Dwikora (1965), Operasi G 30 S/PKI (1965), Operasi Wibawa OPM 1967, Team ICCS G IV (1973), dan  Operasi Seroja Tim-Tim (1976).   

Sedangkan tanda jasa yang diterima dari pemerintah, antara lain Bintang Mahaputra Adi Pradana, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Kartika Eka Paksi Utama.

Pria asli Taruntung juga menerima berbagai Satya Lencana, antara lain SL Santi Dharma X, SL GOM III (RMS), SL Wira Dharma/Dwikora, SL Satya Dharma/Trikora, SL Penegak G 30 S/PKI, SL GOM IX/Raksasa Dharma, SL Kesetiaan VIII, XVI, XXIV, dan XXXII, SL Seroja, dan SL Dwija Sistha. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas