Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pamor SBY Turun Sejak Andi Mallarangeng Gagal Jadi Ketum

M. Qodari, Peneliti Indo Barometer, mengatakan pamor Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah luntur di tubuh Partai Demokrat.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - M. Qodari, Peneliti Indo Barometer, mengatakan pamor Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah luntur di tubuh Partai Demokrat. SBY bukan lagi figur kuat.

Penurunan pamor SBY itu dimulai ketika calon ketua umum yang dijagokan SBY, Andi Mallarangeng, kalah telak.

"2010 terjadi penurunan pamor SBY dengan kekalahan Andi Mallarangeng. Selisihnya jauh sekali (dengan calon ketua umum lainnya). Sudah terjadi perubahan. Itu titik penting. Dulu SBY yakin siapa yang dia jagokan menang," ujar Qodari dalam diskusi bertajuk 'Efek Anas Makin Panas' di Warug Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (2/3/2013).

Pamor SBY semakin menurun dengan banyaknya kasus korupsi yang menggerogoti kader Demokrat.

SBY selau figur sentral Partai Demokrat sebelumnya tidak bisa berbuat apa-apa terjadap kader-kader yang terjerat kasus rasuah tersebut.

"Sekarang muncul variabel-variabel lain yang mempengaruhi pamor SBY. Misalnya status korupsi. Pak SBY tidak bisa disiplinkan. Sekarang fakta SBY tidak sepenuhnya angkat elektabilitas Demokrat," tukasnya.

Padahal, kata Qodari, sejak awal terbentuknya Demokrat SBY adalah figur sentral. Jika ada konflik, khusunya peridoe 2001-2005, bisa diselesaikan dengan SBY turun tangan.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas