Bentrok TNI-Polri, Peran BIN Dipertanyakan
Nurhayati Ali Assegaf menilai kejadian bentrokan antara TNI dan Polri di Ogan Komering Ulu (OKU) sangat memprihatinkan.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menilai kejadian bentrokan antara TNI dan Polri di Ogan Komering Ulu (OKU) sangat memprihatinkan. Pasalnya, kedua institusi tersebut merupakan ujung tombak dalam menjaga keamanan dan pertahanan nasional.
"Pemerintah saya yakin akan mengambil langkah cepat. Kalau ada apa-apa diselesaikan secara kekeluargaan," kata Anggota Komisi I itu di Jakarta, Jumat (8/3/2013).
Ia mengatakan Komisi I akan menggelar rapat internal untuk memutuskan memanggil Panglima TNI terkait kasus tersebut.
Menurut Nurhayati kasus tersebut karena kurangnya komunikasi serta ego masing-masing institusi tersebut. Ia pun juga mempertanyakan peran BIN (Badan Intelijen Negara RI) yang seharusnya sudah mengetahu konflik tersebut.
"Peran dari intelijen juga. Dari BIN kan seharusnya seperti ini tahu. Jadi banyak sekali yang bersentuhan. Tapi yang jelas kedua institusi ini mampu duduk brsama. BIN itu bekerja untuk negara. Intelejen tidak hanya mengintelejeni masyarakat, tapi juga pejabat negara," ungkapnya.
Nurhayati pun meminta agar dalang dari kasus bentrokan itu dapat segera diungkap. "Harus diketahui siapa provokatornya dan sgera diambil tindakan," ujar Nurhayati.