Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini yang Membuat Harga Bawang Mahal dan Hilang di Pasar

M Romahurmuziy, menegaskan RPIH yang dikeluarkan Kemendag merupakan pangkal masalah kelangkaan bawang putih

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi

Tribunnews.com, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI, M Romahurmuziy, menegaskan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura ( RPIH) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan merupakan pangkal masalah kelangkaan bawang putih menyebabkan harga naik di pasar.

"Sebelum Juni 2012 saat belum RPIH, yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan tidak ada krisis harga produk hortikultura," kata Romi, sapaan akrab politisi PPP ini, ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu (16/3/2013).

Menurut Romi, padahal saat yang sama harga seluruh produk hortikultura impor seperti anggur, buah pir, dan lain-lain juga naik.

"Namun karena itu konsumsi elit maka tidak ada yang teriak. Sekarang karen bawang putih naik, rakyat tersiksa," kata Romi.

Sehingga, kata Romi, mudah dialamatkan permasalahannya bahwa penerapan RIPH melalui Permendag No 60/2012 dan Permentan No 60/2012 yang menyebabkan kelangkaan dan krisis harga ini berlangsung.

"Karena di dunia internasional, tidak ada kenaikan harga bawang," kata Romi.

Dijelaskan kebijakan pengaturan impor yang diterbitkan kedua kementerian ini awalnya adalah amanat UU No 8/2012 tentang Pangan pasal 36 dan 39 serta UU No 13/2010 tentang Hortikultura pasal 88 ayat (2) dan ayat (5), dalam rangka melindungi petani domestik.

"Namun jamak dalam kuotanisasi, selalu ada pihak yang bermain dengan 'menyalip di tikungan," kata Romi.

(Aco)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas