Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Komnas HAM Dapat 'Warisan' 2.500 Kasus

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memiliki 'pekerjaan rumah (PR)' 2.500 laporan kasus, dari komisioner sebelumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memiliki 'pekerjaan rumah (PR)' 2.500 laporan kasus, dari komisioner sebelumnya.

Demikian diungkapkan Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, saat ditemui Tribunnews.com di depan Masjid Jami Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2013).

"Kami akan buka dan akan kami pelajari 2.500 kasus. Itu tumpukan laporan kasus periode lalu, tapi kami tetap tanggung jawab. Dari 2.500 kasus yang numpuk itu, dalam waktu dua hari sudah diotak-atik, dan dapat 500 kasus. Semoga setiap bulan kami bisa menutup ratusan kasus. Komnas HAM dalam dua hari bisa masuk 10 kasus baru," ungkap Laila.

Dalam satu tahun, lanjutnya, bisa ada 6.000 laporan yang masuk ke Komnas HAM. Tapi, laporan tidak melulu kasus pelanggaran HAM, sehingga harus dipilah-pilah lagi.

Laila pun mengeluhkan tentang kewenangan Komnas HAM, yang dinilainya tidak bisa menindaklanjuti secara tuntas. Karena, bila ada kasus pelanggaran HAM, Komnas HAM harus berkomunikasi dengan lembaga lain, di antaranya kepolisian.

Komnas HAM, menurut Laila, menjadi pilihan terakhir masyarakat, bila kasusnya sudah mentok ke mana-mana. Penyelidik di Komnas HAM pun terbatas untuk menangani kasus yang begitu banyak.

"Penyelidik kami hanya 13 orang. Itu hanya memberikan gambaran saja," ucapnya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas