Mabes Polri : Operasional Densus 88 Seluruhnya dari APBN
Mabes Polri membantah bila pembiayaan Densus 88 Antiteror Polri berasal dari luar negeri
Penulis:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri membantah bila pembiayaan Densus 88 Antiteror Polri berasal dari luar negeri.
Dalam diskusi bertema 'Densus 88 Milik Siapa?' yang dilaksanakan Syarikat Islam tim pengacara muslim Egy Sudjana mengungkapkan bahwa dana untuk oprasional Densus 88 sejak zaman Kapolri Da'i Bachtiar datang dari pihak asing.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar membantahnya. Densus 88 selama ini dibiaya APBN.
"Densus dibiayai APBN yang dituangkan dalam dipa Polri, Tidak pernah ada uang diterima densus dari orang lain," ungkap Boy dalam diskusi yang berlangsung di Sekretarian Syarikat Islam di Depan Mesjid Jami Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2013).
Boy pun menjelaskan bahwa Densus 88 lahir pada tahun 2003 setelah peristiwa bom Bali yang memakan banyak korban pada tahun 2002. Kemudian munculah peraturan tentang terorisme yang kemudian lahir undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang terorisme dimana Polri yang mendapatkan mandat untuk menanganinya.
Aksi terorisme selama ini seakan menghadapkan Polri dengan islam padahal Polri hanya melakukan penegakan hukum atas aksi kekerasan teroris yang mengancam keselamatan warga dan kebanyakan menggunakan bom.
Dalam penanganan kasus terorisme berbeda dengan penanganan kasus pidana biasa seperti masa pemerikasaan pun mencapai 7 x 24 jam, sementara tindak pidana biasa hanya 1 x 24 jam. Kemudian undang-undang pun mengamanatkan bahwa siapa pun yang merencanakan, membantu, memfasilitasi, memberikan dukungan dan pembantuan dana dalam undang-undang tersebut bisa dijerat.
"Akhirnya Densus 88 fokus disitu saja, seperti penyelidikan, monitoring, misinya membebaskan Indonesia dari ancaman teror. Misi yang dibentuk negara, intinya melaksanakan amanat undang-undang oleh negara," ungkapnya.
Anggota Densus 88 seluruhnya mencapai 400 orang dan semua berada di Mabes Polri.
"Densus berada di level Mabes Polri anggotanya sekitar 400-an orang itu sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia, tetap keberadaannya full di Mabes Polri, tapi merakan bisa ke daerah," ungkapnya.