Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggota DPR Minta BNN Tidak Diskriminatif Tindak Pengguna Narkoba

Anggota Komisi I DPR RI, Yorris Raweyai, meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak diskriminatif

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Yorris Raweyai, meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak diskriminatif dalam menindak pengguna Narkoba.

"Narkoba sama dengan korupsi yakni musuh bersama jadi kita harus  berantas dan tidak boleh pandang bulu. Tidak hanya di kalangan sipil ditindak tapi siapapun juga," kata Yorris di sela pertemuan dengan Presiden SBY di Istana Negara Jakarta, Senin (29/4/2013).

"Banyak kasus soal narkoba ini dan semua instansi harus berbenah," kata Yorris.

Menurut Yorris, narkoba sekarang tidak pandang bulu. Penggunanya tidak hanya masyarakat biasa, pilot pesawat, anggota legislatif, dan berbagai kalangan masyarakat lainnya terjerat narkoba.

"Tinggal bagaimana hukum kita tegakkan bersama dan tinggal komitmen bersama aparat penegak hukum," kata Yorris.

Lanjut Yorris, BNN dan aparat hukum lainnya harus bekerja maksimal memberantas pengguna narkoba yang saat ini merasuk ke dalam hampir seluruh lapisan masyarakat.

Seperti diketahui BNN menangkap Danlanal Semarang Kolonel Laut Antar Setia Budi di kamar 1003 Htel Ciputra, Simpang Lima, Jawa Tengah saat asik menikmati sabu, Senin (29/4/2013) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Tertangkapnya sang Komandan tersebut diawali dari hasil penyelidikan BNN atas pengembangan penangkapan Iptu H pada 25 Februari 2013.

Rekomendasi Untuk Anda

Penyidik BNN kemudian menyisir kelas pengedarnya dan melakukan pengintaian terhadap Brigadir Rahmat Sutopo. Rahmat pun diciduk lebih awal .setelah mengantarkan barang pesanan Kolonel Antar. Setalah itu petugas BNN mencokok Antar lalu penggeledahan dilanjutkan ke kostan Brigadir Rahmat dan dicokoklah seorang perempuan yang diketahui merupakan kekasih Brigadir Rahmat.

Benny menegaskan bahwa barang tersebut bukan merupakan barang bukti kejahatan yang disita kepolisian, barang tersebut berasal dari seorang bandar yang hingga kini masih menjadi buruan BNN.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas