Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR Salut Jika Kabalitbang Kemendikbud Mundur

Keputusan Kabalitbang Khairil sudah semestinya menjadi contoh bagi pejabat yang terlibat kekacauan UN.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fakhrurrodzi/Tribun Pekanbaru

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi X DPR Zulfadhli memberikan apresiasi dan salut, jika Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof Dr Khairil Anwar Notodiputro MS, benar-benar mengundurkan diri.

Pengunduran diri Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), diduga sebagai wujud tanggung jawab atas kacaunya penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/sederajat, di 11 provinsi di Indonesia Timur.

"Kalau rumor itu benar, saya salut dengan sikap Kabalitbang yang berjiwa besar, sebagai pertanggungjawaban moral terhadap kekisruhan UN," kata Zulfadhli melalui pesan BlackBerry-nya, Minggu (5/5/2013).

Politisi Partai Golkar menjelaskan, keputusan Kabalitbang Khairil sudah semestinya menjadi contoh bagi pejabat yang terlibat kekacauan UN.

"Mendikbud (M Nuh) mesti berani memberikan sanksi kepada semua pihak yang terkait kekacauan UN, sebagaimana hasil investigasi Irjen Kemendikbud," imbuh Zulfadhli.

Sebelumnya, rumor mundurnya Khairil Anwan Notodiputro santer bersamaan rampungnya investigasi Kemendikbud terhadap kekacauan pelaksanaan UN di 11 provinsi, dan besarnya tekanan publik.

Rekomendasi Untuk Anda

Merebak kabar adanya sejumlah pejabat Kemendikbud bakal dicopot maupun mengundurkan diri. Mendikbud Muhammad Nuh yang menggelar sosialisasi kurikulum 2013 di Kampus Universitas Negeri Semarang, Sabtu (4/5/2013), tak mengangkat telepon selulernya saat dihubungi Tribun.

Mantan Rektor ITS juga tak membalas pesan singkat terkait pengunduran diri Prof Khairil. Ketika dikonfirmasi, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Prof Dr Ibnu Hamad MSi tak menjawab secara pasti tentang mundurnya Prof Khairil yang notabene Guru Besar ITB.

"Saya sedang bersama Pak Menteri (Mendikbud). Sedang door stop di Semarang, tapi belum atau tidak menyebut-nyebut nama siapapun, baik yang mundur maupun yang kemungkinan dicopot. Terima kasih," tutur Prof Dr Ibnu Hamad melalui pesan singkat. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas