Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SBY Perintahkan Polisi Tindak Tegas Pelaku Perbudakan di Tangerang

prihatin atas perbudakan dan penyiksaan tidak manusiawi terhadap buruh kuali di Tangerang

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku prihatin atas perbudakan dan penyiksaan tidak manusiawi terhadap buruh kuali di Tangerang.

"Presiden SBY  prihatin terhadap adanya perlakuan yang tidak manusiawi dan melanggar hak asasi terhadap buruh atau para pekerja sebagaimana terjadi di Tangerang," ungkap Jurubicara Kepresidenan Julian A Pasha, kepada Tribunnews.com, dalam pesan singkatnya, Selasa (7/5/2013).

Atas kasus tersebut, Presiden memerintahkan kepolisian agar menjalankan tugasnya dengan baik. Yakni menindak tegas pelaku yang bertanggung jawab sesuai hukum dan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD La Ode Ida menilai eksploitasi perbudakan buruh di Tangerang merupakan bukti arogansi pemilik perusahaan. Pengusaha tersebut bekerjasama dengan oknum aparat.

"Hal ini juga jadi bukti bahwa penghinaan dan atau penjajahan terhadap warga bangsa sendiri masih terus berlangsung, bagian dari pelanggaran serius terhadap HAM dan nilai Pancasila," kata La Ode ketika dihubungi, Selasa (7/5/2013).

Selain itu, kata La Ode, hal itu menunjukkan fakta pemerintah tidak mampu melindungi tenaga kerja dan
berpotensi terlibat secara tak langsung dalam eksploitasi dan penyiksaan warga.

"Peristiwa ini sangat memprihatinkan, dan bukan mustahil pula sebagai gunung es perlakuan terhadap tenaga kerja," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Untuk itu, La Ode mengatakan pihak pemerintah harus bertanggungjawab atas kegagalannya dalam melindungi tenaga kerja

Ia juga meminta perusahaan terkait harus diberi sanksi keras. "Oknum yang terlibat harus dihukum seberat mungkin, sekaligus investigasi netral," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas