Hentikan Wacana Soal BBM!
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan, Dewi Aryani menyayangkan pemerintah tidak segera membuat keputusan
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan, Dewi Aryani menyayangkan pemerintah tidak segera membuat keputusan apakah akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi atau tidak.
Malah, Dewi menyayangkan akan sikap pemerintah yang terus berwacana mengenai subsidi BBM.
Apalagi, kata dia, usai dua harga BBM terus mengerucut pada menaikan harga, kini pemerintah kembali berwacana melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan roda dua (sepeda motor) sebesar 0,7 liter per hari.
Sedangkan untuk mobil pribadi, pemerintah juga berencana membatasi pembelian BBM bersubsidi sebanyak 3 liter per hari. Sehingga untuk satu minggunya pemerintah akan menjatahi pembelian BBM bersubsidi untuk mobil sebesar 21 liter.
"Semua masih rencana. Belum ada kebijakan finalnya. Dari kemarin-kemarin rencana melulu. Tidak tegas. Makin meresahkan rakyat saja," kritik Politisi PDI-Perjuangan ini kepada Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (10/5/2013).
Menurut Dewi, pemerintah segera memutuskan dan mengambil kebijakan atas subsidi BBM. Jangan lagi mewacanakan sesuatu hal yang malah akan membuat masyarakat resah. "Ketidakpastian hanya akan menimbulkan gejolak sosial," tegas dia.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kendaraan roda dua (sepeda motor) sebesar 0,7 liter per hari.
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, pemerintah berencana memberlakukan kebijakan tersebut mulai Juli 2013 sambil menunggu pemasangan alat IT Sistem Monitoring Pengendalian (SMP) BBM bersubsidi milik PT Pertamina (Persero).
"Kalau alatnya sudah terpasang semua, maka pembelian BBM bersubsidi jenis premium maupun solar akan terbatasi," ujar Susilo kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (10/5/2013).