Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ray Rangkuti: Penghargaan dari Rakyat Lebih Penting

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai lebih baik penghargaan yang ditonjolkan oleh Presiden Susilo

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai lebih baik penghargaan yang ditonjolkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah penghargaan dari rakyat, bukan penghargaan dari pihak asing.

"Menurut saya yang penting ditonjolkan adalah penghargaan dari masyarakat. Penghargaan rakyat lebih penting daripada penghargan asing," kata Ray di Warung Daun, Cikini, Sabtu (18/5/2013).

Ray menuturkan, pemimpin terdahulu pun tidak mengidam-idamkan penghargaan dari asing, contohnya adalah bekas Presiden Soekarno, Jenderal Sudirman, Sutan Sjahrir, Mohammad Hatta tidak gila penghormatan.

Seperti diketahui, Presiden SBY menerima penghargaan "World Statesman Award" dari Appeal of Conscience Foundation (ACF). Appeal of Conscience Foundation adalah sebuah yayasan yang didirikan oleh Rabbi Arthur Scheier pada 1965. Setiap tahun yayasan itu memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai berjasa di bidang kebebasan beragama, hak asasi manusia (HAM), meningkatkan perdamaian, toleransi, dan menyelesaikan konflik antaretnik.

Selain Presiden SBY, sejumlah kepala pemerintahan yang pernah menerima penghargaan World Statesman Award di antaranya, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper (2012), mantan Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak (2011), dan mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown (2009).

Penganugerahan World Statesman Award 2013 itu akan diberikan pendiri Appeal of Conscience Foundation Rabbi Arthur Schneier dalam suatu acara bertajuk "2013 Special Awards Dinner" di New York, Amerika Serikat, pada 30 Mei mendatang.

Semula penghargaan akan diterima SBY pada Nopember 2013. Namun, acara itu dimajukan karena Kepala Negara berencana menghadiri sidang di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Mei 2013, New York.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas