Fahri Bantah Dana Partai Hasil Korupsi
Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah membantah bahwa dana partainya didapat dari hasil korupsi.
Penulis:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wasekjen DPP PKS Fahri Hamzah membantah bahwa dana partainya didapat dari hasil korupsi. Ditegaskan pembiayaan partai selama ini hanya didapatkan dari 3 sumber yaitu APBN, sumbangan masyarakat umum dan juga kader yang sumbernya jelas dan bukan hasil korupsi.
"DPP PKS belum pernah mengadakan rapat apapun secara resmi membahas pembiayaan partai, apalagi menargetkan sampai Rp 2 triliun," kata Fahri kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/5/2013) menanggapi tudingan pembobol Bank Jabar, Yudi setiawan yang mengaku menyerahkan uang miliaran rupiah kepada petinggi PKS demi mengejar target dana partai triliunan rupiah untuk kampanye pemilu 2014.
Fahri mengatakan, Partainya berbeda dengan partai lain yang mendapatkan dana dari para pengusaha. ”Banyak partai dibiayai oleh pengusaha-pengusaha. Semua hanya mengandalkan sumbangan sang pengusaha. Ini sebenarnya tidak baik untuk demokrasi.
"Bahkan ada partai yang berani memberikan dana untuk calegnya sebesar Rp 5-10 miliar,” katanya.
Fahri mengungkapkan jikapun ada bukti yang memberatkan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus impor daging sapi, maka itu merupakan tanggung jawab pribadi Luthfi. Jikapun ada bukti rapat yang dilakukan Lutfi maka itu bukan rapat resmi DPP karena tidak ada satupun catatan mengenai hal itu.
Menurut Fahri, dalam rekaman percakapan antara bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan tersangka kasus suap impor daging sapi Ahmad Fathanah tidak terjadi persetujuan penerimaan dana. Sebab faktanya ada mekanisme di internal PKS dalam menerima dana dari eksternal. Tidak seperti parpol lain yang sumber dananya dari satu konglomerat tertentu.