Keluarga Abu Roban Masih Misteri
Tim Disaster Victim Identification (DVI) hingga saat ini belum ada yang cocok meskipun sudah ada empat keluarga yang datang ke Rumah Sakit Polri
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Tim Disaster Victim Identification (DVI) hingga saat ini belum ada yang cocok meskipun sudah ada empat keluarga yang datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diambil eoxyribonucleic acid atau asam deoksiribo nukleat (DNA).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa dari tujuh jenazah kelompok teroris Abu Roban cs hingga hari ini baru satu yang dibawa pihak keluarga.
"Budi alias Angga yang berasal dari Jawa Barat, jenazah sudah dikembalikan pada pihak keluarga pada Sabtu (18/5/2013)," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013)
Jenderal polisi bintang satu ini mengatakan dari tujuh jenazah baru empat pembanding yang sudah diterima tim DVI. Sementara dari empat DNA pembanding tersebut yang sudah dianggap cocok baru tiga.
"Satu (DNA pembanding) dari empat ini belum cocok termasuk Abu Roban, satu keluarga kemarin tidak ada yang match dari keluarganya itu," ujarnya.
Tim DVI hingga saat ini masih berupaya memperoleh sampel pembanding dari pihak keluarganya.
"Masih ada empat lagi untuk DNA empat keluarga yang masih belum bisa diperoleh," ucapnya.
Pengungkapn kelompok pimpinan Abu Roban merupakan hasil pengembangan dari penangkapan terduga teroris Beji, Bojonggede, Tamboran, dan Bekasi.
Selasa, 7 Mei 2013 sekitar pukul 15.30 WIB, Wiliam Maksum alias Acum alias Dadan ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Cipacing, Bandung, Jawa Barat. Dari penangkapan tersebut disita pistol browning rakitan, magazen beberapa buah, dan amunisi, beberapa perlengakapan seperti komputer. kamera, dan senjata tajam.
Dari penangkapan tersebut, Rabu 8 Mei 2013 sekitar pukul 11.00 WIB Densus 88 Antiteror menggerebek kontrakan milik H. Suhanda di Kampung Baturengat Hilir, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung. Proses penggerebekan berakhir pukul 18.30 WIB. Hasi penggerebekan Densus 88 membekuk Haris Fauzi alias Jablud (ditangkap hidup), Budi alias angga (tewas), Bang Junet alias Encek (tewas), Sarame (tewas).
Kemudian, pukul 15.30 WIB di Kampung Limbung, Batang, Kendal, Densus 88 menangkap pimpinan kelompok teroris bernama Abu Roban dan dua rekanya Puryanto dan Iwan. Abu Roban mencoba melawan petugas sehingga meninggal ditembak.
Dari penangkapan tersebut, pukul 17.00 WIB Densus membekuk Faisal alias Boim di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Barang bukti yang diamankan satu senjata revolver. Sekaligus juga membekuk Agung, Agus Widharto, Iman diwilayah Serpong, Meruya, dan Pamulang.
Lalu, pukul 20.00 wib di Serua Indah Ciputat Tangerang Selatan, Densus 88 mengamankan Endang dengan barang bukti uang tunai Rp 25 480 000 dan pukul 18.00 WIB kemudian ditangkap Wagiono dan Farel di Kutowinangun, Kebumen yang terlibat pencurian dengan kekerasan di Grobogan, Jawa Tengah
Pada waktu yang sama pukul 20.00 WIB dilakukan penggerebekan di Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah. Penggerebekan diawali dengan penangkapan Wagiono dan Farel di Kutowinangun pada pukul 18.00 WIB. Saat digerebek para pelaku teror tersebut melakukan perlawanan sampai akhirnya tim Densus 88 baru bisa membekuknya Kamis (9/5/2013) sekitar pukul 07.30 WIB. Dari penggerebekan tersebut petugas membekuk lima orang diantaranya Slamet dan Budi yang ditangkap dalam keadaan hidup, sementara Bastari, Toni, dan Bayu alias Ucup dalam keadaan meninggal dunia.