Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Disarankan Jangan Perpanjang Kontrak Freeport

Jika PT Freeport masih menutup diri, sebaiknya pemerintah jangan perpanjang kontrak yang saat ini sedang masa renegoisasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai, jika PT Freeport masih menutup diri, sebaiknya pemerintah jangan perpanjang kontrak yang saat ini sedang masa renegoisasi.

Pernyataan Pramono terkait ditolaknya dua menteri, saat hendak melakukan investigasi kecelakaan di area tambang Big Gossan di Freeport.

"Kalau PT Freeport masih menutup diri, saya usul kontrak dengan Indonesia tidak perlu diperpanjang," kata Pramono di Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Pramono menuturkan, atas kejadian yang menimpa pekerja tambang, diyakini ada keselamatan yang diabaikan perusahaan. Sebab, kalau itu runtuh, pasti ada konstruksi yang tidak berjalan baik.

"Jadi, saya melihat dalam konteks Freeport, pertama, perusahaan (PT Freeport) terlihat menutup diri. Mereka tidak membuka kepada publik untuk bisa mengetahui secara pasti," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimmin Iskandar dan Menteri ESDM Jero Wacik, ditolak mendatangi tambang Freeport di Timika.

Padahal, tujuan kedatangan para pejabat negara, untuk melakukan investigasi terkait kecelakaan di ruang pelatihan area tambang Big Gossan di Freeport, Papua, yang menyebabkan puluhan pekerja meninggal. Sampai saat ini, korban yang meninggal di tambang Freeport mencapai 22 pekerja. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunJakarta
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas