Rizal Ramli, Din Syamsuddin dan Mahfud MD Tiga Capres Berintegritas
Jelang Pemilu 2014 bursa calon presiden semakin marak. Bebagai survei memunculkan nama-nama kepermukaan tak terkecuali
Penulis:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang Pemilu 2014 bursa calon presiden semakin marak. Bebagai survei memunculkan nama-nama kepermukaan tak terkecuali hasil penelitian Lingkar Studi Perjuangan (LSP). Nama Rizal Ramli, Mahfud MD dan Din Syamsuddin dinilai pantas menjadi kandidat capres.
“Hanya tiga figur yang memiliki rating AAA dari hasil pengujian dengan matrix integritas maupun matrix kompetensi yaitu Din Syamsuddin, Mahfud MD dan Rizal Ramli. Ketiganya adalah figur-figur di Indonesia dengan rekam jejak integritas dan kompeten yang baik sebagai calon pemimpin Indonesia 2014, “ kata peneliti LSP Gede Sandra kepada pers di gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (21/5/2013).
Menurut Gede, tiga nama tersebut merupakan hasil irisan dari tujuh orang yang meraih rating AAA dalam rekam jejak integritas dan sepuluh orang figur yang memperoleh rating AAA dalam rekam jejak kompetensi.
"Ketiganya meraih peringkat rating AAA bukan berdasarkan pencitraan, tetapi dalam hal rekam jejak integritas dan kompetensi sebagai calon presiden tahun 2014," katanya.
Ketujuh figur yang meraih rating AA integritas adalah Din Syamsuddin, Endriartono Sutarto, Hidayat Nur Wahid, Joko Widodo, Mahfud MD, Rizal Ramli dan Sri Sultan Hamengkubowono.
Sedangkan sepuluh orang figur peraih rating AAA kompetensi adalah Aburizal Bakrie, Din Syamsuddin, Gita Wirjawan, Hatta Rajasa, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Megawati Soekarnoputri, Rizal Ramli, Sri Mulyani dan Yusril Ihza Mahendra.
Dalam menjalankan survei, Gede memaparkan pihaknya menggunakan metode matrix untuk mengolah data berupa rekam jejak di internet berdasarkan search engine dari 36 nama figure capres 2014 versi majalah Indonesia 2014. Faktor integritas yang diuji adalah korupsi, kolusi, nepotisme, wanprestasi dan pelanggaran HAM. Sedangkan faktor kompetensi yang diuji adalah visi kepemimpinan dan jaringan Internasional.
“Dari 36 capres yang ada, hanya tiga figure saja yang tidak bermasalah dalam hal integritas maupun layak dalam hal kompetensi yaitu Din Syamsuddin, Mahfud MD dan Rizal Ramli. Ketiganya kebetulan bukan jago-jago capres dari parpol peserta pemilu legislatif 2014, “ katanya.
Gede menambahkan masuknya tiga figur tersebut sebagai capres 2014 membenarkan kesimpulan para kaum intelektual, sulit mendambakan lahirnya figure terbaik bagi rakyat yang berasal dari internal parpol.
“Kita semua tahu, lembaga politik belakangan ini semakin kehilangan kredibilitas karena terpaan berbagai skandal, “ ujarnya.
Gede menjelaskan bahwa metode matrix bisa digunakan untuk menyaring figure-figur lain di luar 36 capres. Namun diakuinya dalam survey tersebut, pihaknya hanya membatasai hanya menyaring 36 orang capres veris majalah Indonesia 2014 saja.
Menurut Gede, pihaknya juga melakukan studi lanjutan untuk menyusun matrix keberpihakan agar proses penyaringan figur dapat lebih dalam lagi (bukan soal integritas dan kompetensi), agar masyarakat pemilih dapat memisahkan figur pro neo-liberal dan anti neo-liberal.
“Semua ini kami lakukan dengan harapan ke depannya masyarakat pemilih Indonesia dapat lebih cerdas dalam memilih figur-figur pemimpin mereka, “ katanya.