Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Satu pun Tergugat Hadir, Sidang Gugatan KLB Demokrat Ditunda

Sidang gugatan atas digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat oleh kadernya Tri Diyanto terpaksa ditunda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sidang gugatan atas digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat oleh kadernya Tri Diyanto terpaksa ditunda. Penundaan tersebut disebabkan tidak satu pun tergugat dalam gugatan Tri yang hadir di persidangan persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pagi ini.

Hakim Ketua Sudarmawati Ningsih, mengatakan sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada tergugat I, II, III dan turut tergugat I dan III dan diterima staf masing-masing.

"Diterima staf tergugat dan turut tergugat," ujar Hakim Ningsih saat memimpin persidangan, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Dengan demikian, majelis hakim menunda persidangan dan akan dilanjutkan pada 11 Juni 2013 dan memanggil tergugat dan turut tergugat.

"Sidang hari ini selesai dan ditunda untuk memanggil kembali tergugat dan dilanjutkan Selasa, 11 Juni 2013 Jam 09.00 WIB," ujar hakim Ningsih.

Sebelumnya, Tri yang merupakan bekas ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cilacap melayangkan gugatan hasil KLB Demokrat yang dilaksanakan di Bali bulan Februari lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam gugatan yang terdaftar dalam nomor 183/PDT.G/2013/PNJKT.PST, Tri menuliskan KLB adalah rekayasa karena dalam buku acara KLB nama SBY sudah ditulis dengan jabatan ketua umum.

Tergugat I dalam gugatan tersebut adalah Susilo Bambang Yudhoyono, tergugat II Edhie Baskoro Yudhoyono yang menjabat Stering Commitee KLB, Tergugat III Max Sopacua yang menjabat sebagai Organizing Commitee KLB. Sementara turut tergugat I adalah Kementerian Hukum dan HAM dan turut tergugat II adalah Komisi Pemilihan Umum.

Dalam tuntutannya, Tri melayanhgkan tuntutan kerugian materil sebesar Rp 15 juta untuk biaya transportasi dan akomodasi di Bali serta Rp 99.999.999 untuk biaya immateril.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas