Sore Ini SBY Lantik Letjen Moeldoko Jadi KSAD
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melantik Letjen TNI Moeldoko sebagai KSAD di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Penulis:
Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melantik Letjen TNI Moeldoko sebagai KSAD di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Moeldoko selama ini menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad). Ia akan menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo, yang telah memasuki masa purnabakti.
Berdasarkan agenda yang dikeluarkan Biro Pers Kepresidenan kepada Tribunnews.com, acara pelantikan KSAD akan digelar pukul 15.30 WIB.
Pelantikan dilakukan setelah presiden mengumumkan memilih Letjen TNI Moeldoko sebagai KSAD, Senin (20/5/2013). Terhadap KSAD yang baru, presiden menyampaikan tujuh pesan khusus.
Pesan pertama, kata Pramono, melanjutkan kepemimpinan dan manajemen TNI, yang saat ini sudah berada di jalur yang benar.
TNI yang diharapkan oleh rakyat adalah TNI yang profesional. Karena itu, perlu adanya kemantapan dalam mengemban tugas yang dipikul negara pada TNI.
"Ini juga pesan dari presiden agar dilanjutkan, ditingkatkan, disempurnakan, baik dalam penyusunan kekuatan dan kemampuan, termasuk di dalamnya adalah moderenisasi alutsista yang sedang kita jalankan, khususnya TNI AD," tutur Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Hal ketiga yang disampaikan presiden, terkait masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Ini seiring dengan apa yang menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, yaitu dengan gaji yang selalu mengikuti perkembangan ekonomi.
"Juga perumahan, pendidikan, dan pembangunan markas-markas TNI di daerah-daerah," imbuh ipar SBY.
SBY juga berpesan agar kekuatan TNI memiliki kedekatan atau bersama-bersama rakyat.
"Beliau (Presiden) berpesan, lanjutkan apa yang sudah dikerjakan saat ini, karena tanpa bantuan rakyat, mungkin kita sulit menjadi kuat," tutur Pramono.
Presiden juga tidak lupa berpesan agar menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI dengan rakyat dan TNI AL, TNI AU, serta Kepolisian. Pesan SBY selanjutnya, agar langkah-langkah dalam penertiban pengadaan alutsista dan keuangan, harus dilakukan transparan.
"Harus dilaksanakan secara transparan, terbuka. Sehingga, tidak ada kesan penggunaan anggaran yang kurang tepat. Ini harapan beliau, sehingga dalam hal ini tetap dilanjutkan oleh Jenderal Moeldoko," bebernya.
Menghadapi Pemilu 2014, presiden juga menekankan TNI AD netral dan tidak berpolitik praktis.
"Sebetulnya, ini sudah ditunjukkan saat pelaksanaan Pemilu 2009. Kalau 2009 bisa, kenapa 2014 tidak bisa? Itu ditekankan oleh beliau lagi, dengan harapan netralitas TNI AD tetap terjaga," cetusnya. (*)