Jenazah Abu Roban Siap Diambil Keluarga
Jenazah Abu Roban yang sudah hampir tiga pekan berada di RS Polri Kramat Jati, sudah siap dibawa keluarga.
Penulis:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenazah Abu Roban yang sudah hampir tiga pekan berada di RS Polri Kramat Jati, sudah siap dibawa keluarga.
Karena, hasil tes DNA Abu Roban sudah cocok dengan ibu kandungnya yang berada di Batang, Kendal, Jawa Tengah. Demikian diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2013).
"Abu Roban sudah tuntas tes DNA-nya, tapi proses pengembalian jenazah masih koordinasi lebih lanjut pada hari ini. Jadi, sudah match antara sampel yang diambil dari ibu kandung dengan almarhum," jelas Boy.
Proses pengembalian jenazah, lanjutnya, sedang tahap koordinasi antara pihak kepolisian dengan keluarga Abu Roban. Kemungkinan, besok atau lusa jenazah sudah bisa dibawa keluarga.
"Jadi, sudah selesai. Hanya, proses pengembalian jenazah baru dibicarakan hari ini," ucap Boy.
Hingga saat ini, sudah ada tiga jenazah teroris yang dibawa pihak keluarga ke tempat kelahirannya masing-masing, yakni Budi alias Angga, Bastari, dan Bayu Setiono
Pengungkapan kelompok pimpinan Abu Roban, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan terduga teroris Beji, Bojong Gede, Tamboran, dan Bekasi.
Selasa, 7 Mei 2013 sekitar pukul 15.30 WIB, Wiliam Maksum alias Acum alias Dadan, ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Cipacing, Bandung, Jawa Barat.
Dari penangkapan tersebut, disita pistol browning rakitan, magasin beberapa buah, amunisi, serta beberapa perlengakapan seperti komputer, kamera, dan senjata tajam.
Rabu 8 Mei 2013 sekitar pukul 11.00 WIB, Densus 88 Antiteror menggerebek kontrakan milik Suhanda di Kampung Baturengat Hilir, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung.
Proses penggerebekan berakhir pukul 18.30 WIB. Hasilnya, Densus 88 membekuk Haris Fauzi alias Jablud (ditangkap hidup), Budi alias angga (tewas), Bang Junet alias Encek (tewas), dan Sarame (tewas).
Kemudian, pukul 15.30 WIB di Kampung Limbung, Batang, Kendal, Densus 88 menangkap pimpinan kelompok teroris bernama Abu Roban dan dua rekannya, Puryanto dan Iwan. Abu Roban mencoba melawan petugas sehingga meninggal ditembak.
Dari penangkapan tersebut, pada pukul 17.00 WIB Densus membekuk Faisal alias Boim di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Barang bukti yang diamankan berupa satu senjata revolver. Agung, Agus Widharto, dan Iman, juga dibekuk di Serpong, Meruya, dan Pamulang.
Lalu, pada pukul 20.00 WIB di Serua Indah Ciputat Tangerang Selatan, Densus 88 mengamankan Endang dengan barang bukti uang tunai Rp 25.480.000, dan pada pukul 18.00 WIB ditangkap Wagiono dan Farel di Kutowinangun, Kebumen, yang terlibat pencurian dengan kekerasan di Grobogan, Jawa Tengah
Saat digerebek, para pelaku teror melawan, sampai akhirnya Tim Densus 88 baru bisa membekuknya, Kamis (9/5/2013) sekitar pukul 07.30 WIB. Dari penggerebekan tersebut, petugas membekuk lima orang, yakni Slamet dan Budi yang ditangkap dalam keadaan hidup, sementara Bastari, Toni, dan Bayu alias Ucup dalam keadaan meninggal dunia. (*)