Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekjen: Pendanaan di PKS Unik

Sekjen PKS Taufik Ridho mengatakan, mekanisme pendanaan partainya berbeda dengan partai-partai lain.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bahri Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho mengatakan, mekanisme pendanaan partainya berbeda dengan partai-partai lain.

Ia menyebut, di PKS semua kader berpartisipasi secara langsung dalam hal pendanaan partai.

"Di PKS itu ada keunikan. Jadi, yang mengeluarkan dana bukan hanya caleg. Kader juga keluar duit, mereka beli kaos, bendera. Ini mungkin yang jarang ditemui di partai lain," ujar Taufik di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2013).

Taufik mengungkapkan, di seluruh Indonesia terdapat 600 ribu kader, di mana semuanya mengeluarkan iuran wajib setiap bulan untuk pendanaan partai.

Dalam kegiatan tiap pekan yang diikuti kader, ada juga infak yang dikeluarkan setiap minggu. Dana tersebut nantinya dikelola di masing-masing dapil untuk pengembangan partai.

"Untuk iuran yang wajib, misalnya saya, iuran sekitar 6 persen dari penghasilan sebulan. Belum lagi anggota DPR yang mencapai Rp 20 juta sebulan, belum anggota DPRD provinsi. Ini yng membedakan pendanaan kami," paparnya.

Taufik menjelaskan, kewajiban membayar iuran dan mengkuti kegiatan tiap pekan dalam partai, berlaku bagi semua kader tanpa terkecuali, termasuk bagi mereka yang sudah menduduki posisi sebagai menteri maupun kepala daerah.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau dia sebagai kader, karena dia ikut dalam pembinaan bulanan, harus berinfak. Dia jadi gubernur, menteri, tetap wajib," jelasnya. (*)

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas