Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK: Anis Matta Perlu Didalami

(KPK) mendalami dugaan aliran dana pencucian uang tersangka Ahmad Fathanah ke Presiden PKS, Anis Matta dan elit PKS lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat

"Dalam proses layering dan laundring, punya tingkat kecanggihan tertentu. Dalam transaksi ada layernya. Dan itu butuh alat konfirmasi," tuturnya. Menurut Bambang, walau ada aliran dana yang masuk ke PKS, belum tentu uang itu hasil korupsi.
Tingkat penyamaran uang juga menjadi kendala karena penyerahan uang tidak hanya satu ke satu orang. "Pembuktian-pembuktian itu punya tingkat kesulitan tertentu. Karena layer transit," jelasnya.

KPK tak hanya membuktikan bukti terjadi pencucian uang, tapi juga membutuhkan dukungan pembuktian lain serta keterangan para saksi di persidangan.

Dalam persidangan, Luthfi dan Ahmad harus melakukan pembuktian terbalik atas uang-uang yang diterimanya. Apabila tak berhasil membuktikan uang tersebut bukan hasil korupsi, ini akan dikembangkan KPK untuk kemudian mencari pihak-pihak yang terkait pencucian uang. "Konsentrasinya sekarang membuktikan suap-menyuap yang mau dibuktikan antara seorang ke orang lain, ke korporasi yang diduga berpengaruh," tegasnya.

Istri Fathanah, Sefti Sanustika mengakui pernah disuruh Fathanah mengantarkan uang untuk Luthfi. Uang itu, lanjut Sefti, disimpan di kantung plastik pecahan Rp 100 ribu. "Saya pernah disuruh Bapak (Fathanah) antar uang ke Pak Luthfi, cuma karena saya lagi ada acara sama teman-teman di Margo City, saya minta sopir yang antar," beber Sefti. Sefti tak tahu berapa jumlah uang yang diberikan suaminya ke Luthfi. Pemberian uang itu dilakukan Oktober 2012. (tribunnews/win/bah/leo)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas