Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PKS Tidak Cium Skenario dalam Pemanggilan Hilmi Aminuddin

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum melihat adanya skenario yang dibuat pihak tertentu terkait pemeriksaan Hilmi Aminuddin

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum melihat adanya skenario yang dibuat pihak tertentu terkait pemeriksaan Hilmi Aminuddin di KPK. Hilmi merupakan Ketua Majelis Syuro PKS yang telah diperiksa tiga kali oleh KPK terkait kasus dugaan suap kuota impor sapi.

"Tidak pernah ada pembahasan mengenai skenario-skenario itu. Bahkan hari ini Pak Bambang Widjojanto (Wakil Ketua KPK) mengatakan kasus tentang daging sapi itu dia melihat belum terkait dengan PKS," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Hidayat mengatakan KPK bekerja sesuai prosedur. Apalagi kasus tersebut belum maju ke pengadilan sebagai pembuktian hukum.

"Pengadilan nanti segalanya bisa terjadi. termasuk polemik apakah pasal TPPU pasti bisa digunakan atau tidak," kata Hidayat.

Ia juga meminta publik agar tidak menilai negatif ketika PKS mengkritisi KPK. "Kangan dianggap kami mengkritisi atau melawan lembaga negara. karena kpk kan juga bentukan UU. kalau ada yg mngkritisi, sikapi saja dengan profesional. tidak perlu juga berlebihan," kata Hidayat.

Mantan Ketua MPR itu mengatakan Hilmi Aminuddin menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia juga menyindir pemeriksaan KPK kepada Sri Mulyani di Amerika Serikat.

"Pak Hilmi itu kan pimpinan kami, diundang datang, dipanggil datang. ada tokoh lain bahkan harus didatangi ke washington. Kenapa tidak dilakukan prinsip hukum yg paling asasi, yakni keadilan, equality befor the law," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hidayat pun mengatakan Hilmi memberikan contoh baik bagi jalannya proses hukum di KPK. "Seorang ketua majelis syuro yang sudah sepuh berani datang ke KPK. Mestinya KPK engga perlu takut untuk mengundang yang lain untuk datang ke KPK," katanya.

Tags:
KPK
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas