Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Masih Dicari Keterkaitan Bom Mapolres Poso dengan Jaringan Santoso

Polri masih melakukan penyidikan terhadap aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso. Polisi menduga aksi tersebut

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Masih Dicari Keterkaitan Bom Mapolres Poso dengan Jaringan Santoso
KOMPAS.com/Erna Dwi Lidiawati
Pelaku bom bunuh diri diperkirakan berumur 30 hingga 40 tahun dengan rambut hitam lurus, kulit sawo matang dan tinggi badan sekitar 165 hingga 170 cm. Bagi yang mengenalinya segera hubungi kantor polisi terdekat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri masih melakukan penyidikan terhadap aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso. Polisi menduga aksi tersebut merupakan jaringan teroris Santoso. Santoso merupakan DPO teroris diduga menjadi orang yang berperan memanggil para pengikutnya untuk kembali ke Poso

"Memang Santoso ini kan target, ya tentunya proses itu sedang terus kita lakukan, kita tunggu saja hasilnya nanti," ujar Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Timur mengatakan pihaknya terus meningkatkan keamanan di Poso serta Sulawesi Tengah. Polisi juga bekerjasama dengan TNI dan masyarakat untuk menciptakan keamanan yang kondusif.

"Saya kira itu yang sekarang dikerjakan. Artinya proses penyidikan jalan terus untuk mengungkap siapa yang meninggal itu," tuturnya.

Mengenai indikasi Poso dijadikan markas jaringan teroris Al-Qaeda, Timur mengaku belum mendapatkan informasi tersebut.

"Kita belum ada menemukan hal-hal seperti itu, tapi dari beberapa hasil penyelidikan memang masih ada beberapa tersangka yang masih belum kita ungkap," kata Jenderal Bintang Empat itu.

Mapolres Poso dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri, Senin (3/6/2013) sekitar pukul 08.03 WITA. Pelaku yang masuk ke halaman Polres sempat ditahan petugas jaga, tetapi pelaku tetap saja nyelonong masuk dengan menggunakan sepeda motor.

BERITA TERKAIT

Awalnya seorang petugas jaga Mapolres Poso Bripda Andry Wahyudi melihat seorang laki-laki yang menggunakan jaket hitam memasuki Mapolres Poso dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter.

Saat ditegur, pria tersebut tetap memacu kendaraannya dan masuk ke dalam halaman Mapolres Poso. Karena tidak mau berhenti, Bripda Andry Wahyudi pun berusaha mengejarnya.

Tidak lama kemudian terdengar bunyi ledakan kecil dan saat itu Bripda Andry Wahyudi curiga dan secara spontan mengatakan kepada teman-temannya yang ada di penjagaan Polres "Bom Bunuh Diri ini," ucap Bripda Andry sehingga anggota polisi lainnya tiarap.

Kemudian Bripda Andry Wahyudi berlari membunyikan lonceng penjagaan, namun secara tiba-tiba pula terjadi bunyi ledakan kedua yang begitu besar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas