Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Harga Naik, Jangan Makan Jengkol Dulu

Komisi IV DPR bidang pertanian angkat bicara mengenai kenaikan harga jengkol. Wakil Ketua Komisi IV

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IV DPR bidang pertanian angkat bicara mengenai kenaikan harga jengkol. Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron mengatakan harga jengkol naik karena tanaman tersebut bersifat musiman. 

"Boleh jadi memang sedang langka sehingga harga naik," kata Herman ketika dikonfirmasi, Rabu (5/6/2013).

Namun, Herman mengatakan jengkol bukanlah makanan primer dan bumbu-bumbuan. "Tentunya kalau naik ya engga usah dibeli," tuturnya.

Sementara anggota Komisi IV Romahurmuziy mengatakan kenaikan jengkol memang karakter komoditas hortikultura.

"Naik turun harga karena naik turun pasokan," imbuhnya.

Ia pun menyarankan masyarakat tidak memakan jengkol dulu karena bukan makanan pokok.

"Kalau sudah normal, boleh makan lagi," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Harga jengkol di sejumlah wilayah Indonesia terutama Jawa naik menjadi Rp 50 ribu per Kg.

Diberitakan Tribunnews.com kemarin, di Pasar Singaparna Tasikmalaya misalnya telah sebulan ini pedagang tidak mendapat pasokan jengkol.

Harga jengkol di pasar itu terakhir mencapai Rp 40 ribu per Kg lebih mahal dari harga ayam Rp 28 ribu per Kg.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas