Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terduga Teroris Poso Berusaha Tembak Petugas Densus 88

Nudin terpaksa ditembak karena melawan dengan berupaya menembak aparat, saat akan ditangkap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Budi Sam Law

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nudin alias Bondan tewas ditembak Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, di Jalan Pulau Irian, Poso, Sulawesi Tengah, Senin (10/6/2013) sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Nudin terpaksa ditembak karena melawan dengan berupaya menembak aparat, saat akan ditangkap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, teroris atas nama Nudin terlibat dalam jaringan kelompok teroris pimpinan Santoso dan Abu Roban.

"Yang bersangkutan terlibat aksi terorisme di Poso, serta terlibat aksi terorisme fa'i bersama Abu Roban di Jawa tengah, dan menerima hasil fa'i, sebagai penyuplai logistik terhadap kelompok Santoso," ungkap Boy Rafli kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/6/2013).

Nudin, lanjutnya, juga berperan sebagai pencari logistik dan dana untuk kelompok Santoso, Asmar, dan Roy di Bima.

Menurut Boy, saat akan ditangkap, Nudin melawan dengan berusaha menembak anggota Densus.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sehingga, anggota membalas tembakan dan mengakibatkan tersangka meninggal dunia," jelas Boy.

Boy menerangkan, penembakan berawal saat Nudin keluar dari kediamannya menggunakan sepeda motor, di Jalan Irian, Poso.

Saat itu, aparat berusaha menghentikan Nudin. Namun, Nudin terus melaju dan menabrak mobil petugas yang berusaha menangkap Nudin.

Boy memaparkan, dalam penangkapan itu polisi menyita sebuah senjata api berjenis pistol dengan enam butir peluru. Menurut Boy, Nudin meninggal dunia di lokasi penyergapan. (*)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas