Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mutlak PKS harus Mundur Secara Ksatria dan Tarik Menteri dari Kabinet

Didi Irawadi Syamsuddin mendesak PKS sadar diri untuk mundur dari Setgab koalisi pendukung Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA-- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mendesak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sadar diri untuk mundur dari Setgab koalisi pendukung Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Desakan ini disampaikan anggota Komisi III DPR ini buntut sikap PKS yang menolak APBNP 2013, yang di dalamnya termasuk kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan pemberian kompensasi berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), dalam rapat paripurna DPR, Senin (17/6/2013) malam.

"Yang terbaik tentunya, kami sangat berharap dari kesadaran teman-teman PKS sendiri, karena memang sdh tidak sejalan sehubungan sikap Mayoritas Setgab tentang pengalihan subsidi kepada sektor yang lebih bermanfaat bagi rakyat banyak," tegas Politisi Demokrat ini kepada Tribunnews.com, Selasa (18/6/2013).

"Maka mutlak PKS harus mundur secara ksatria dan tarik semua menteri di kabinet," tambahnya.

Menurut Didi, janganlah PKS menunggu seolah-olah teraniaya, lalu berharap belas kasihan publik untuk bisa dongkrak elektabilitas. Tegas dia, tidak elok rasanya kalau cara tersebut yang ditempuh PKS.

"Tak elok rasanya hanya mau ikut kebijakan yang enak-enak saja, yang popular. Sementara kebijakan yang tidak popular dan tidak enak, tidak mau ikut menanggung resiko," cetusnya. (Andri Malau)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas