Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Leletnya Pemerintah SBY Ambil Putusan Naikkan Harga BBM

Pengamat ekonomi Institute for Development and Finance (Indef) , Didik J Rachbini mengkritik sikap pemerintah yang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi Institute for Development and Finance (Indef) , Didik J Rachbini mengkritik sikap pemerintah yang hingga kini belum memutuskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut Didik, bila hingga kini pemerintah tidak juga mengambil kebijakan menaikkan harga BBM, itu berarti kebijakan ini sudah terlambat atau telat.

Apalagi, sebelum harga BBM naik, harga-harga barang-barang sudah naik karena faktor psikologis.

"Ongkos menunda ini besar sebagai pertanda kebijakan tidak cekatan dan lalai membangun kebijakan yang kondusif," tegas pengamat ekonomi ini kepada Tribunnews.com, Rabu (19/6/2013).

Didik tak habis pikir dengan lambatnya sikap pemerintah dalam menaikkan harga BBM. Padahal, berdasarkan Undang-undang APBN 2013 dan diperkuat lagi dengan sudah disetujuinya APBN-Perubahan yang di dalamnya terdapat anggaran kompensasi kenaikkan harga BBM yang selama ini ditunggu.

Lebih lanjut dia tegaskan, kalau tidak juga pemerintah bersikap mengenai kebijakan kenaikkan harga BBM, maka APBN akan sanagt merasakan dampaknya.

"Segera selesaikan kebijakan penyesuaian harga. Kebijakan seperti ini sudah puluhan kali dilakukan tapi tidak pernah ada yang lelet seperti sekarang sehingga membuat APBN berdarah-darah," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas