Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Abraham Samad: Saya Tidak Menghidar dari Timwas Century

Ketua KPK membantah bila dirinya lebih mementingkan PDI Perjuangan ketimbang menghadiri rapat denga Tim Pengawas (Timwas) Century.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Gusti Sawabi

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah bila dirinya lebih mementingkan PDI Perjuangan ketimbang menghadiri rapat denga Tim Pengawas (Timwas) Century.

Dijelaskan Abraham Samad dirinya tidak bisa memenuhi undangan Timwas Century karena undangan dari PDI Perjuangan sudah lama dijadwalkan.

"Bukan berati saya tidak menghargai Timwas Century, undangan PDI Perjuangan lebih dulu datang dan kemudian saya agendakan," kata Abraham Samad di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2013).

Dikatakan pria asal Makassar ini, kedatangannya menjadi pemateri dalam acara pembekalan Calon Legislatif (Caleg) dari partai berlabang banteng moncong putih tersebut merupakan bagian dari upaya KPK untuk memperkuat kelembagaan DPR.

"Jadi kedatangan saya ke sini memperkuat dan memberikan suport kepada Caleg agar dia ketika terpilih (menjadi anggota legislatif) memeperkuat kelembagaan (DPR)," katanya.

Abraham memandang kedatangannya ke acara PDI Perjuangan sama pentingnya dengan kasus Century. Sehingga bila Timwas Century kembali mengundangnya, ia berjanji akan datang.

"Insyaalah kalau undangan datang berikutnya kita akan datang, jadi bukan menghindar jadi kebetulan saja," ucapnya.

Sebetulnya pimpinan KPK lainnya akan menghadiri undangan Timwas Century, tetapi masalahnya Timwas bailout Rp 6,7 triliun tersebut menginginkan Abraham sendiri yang datang.

"Tadi pimpinan yang lain mau menghadiri, tapi kemudian Timwas tidak mau terima kalau bukan ketua yang datang, itu problemnya," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas