PMI Galang Donor Darah Selepas Tarawih
Palang Merah Indonesia akan melakukan berbagai upaya untuk menjaga stok darah selama bulan Ramadan.
Editor: Gusti Sawabi
Tribunnews.com, Jakarta - Palang Merah Indonesia akan melakukan berbagai upaya untuk menjaga stok darah selama bulan Ramadan. Berdasarkan pengalaman, selama Ramadan stok darah biasanya akan turun mulai dua minggu setelah awal puasa hingga satu minggu setelah Lebaran. Salah satu cara, menggalang donor darah selepas salat tarawih.
"PMI, misalnya, akan mendatangi masjid-masjid untuk mengakomodasi orang yang ingin donor seusai tarawih," kata Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla alias JK seusai mengecek stok darah di PMI DKI Jakarta, Rabu (10/7/2013).
Dia mengatakan saat ini stok darah di DKI Jakarta masih aman, sekitar 7.000 kantong atau cukup untuk 7 hari ke depan. Sementara stok darah di daerah, sebut dia, masih memadai untuk 4 hari ke depan.
Namun, kata JK, bila tak ada upaya mendatangi donor oleh PMI, stok darah akan tidak lagi aman. Dia memberikan gambaran, hingga Rabu petang jumlah pedonor yang mendatangi PMI DKI Jakarta hanya 30 orang, padahal di luar Ramadan jumlahnya bisa 300 orang. Karenanya, rencana mendatangi masjid untuk mendapatkan pendonor seusai tarawih digulirkan.
"Semua mobil donor kami kerahkan. Kami punya 120 mobil donor darah di seluruh Indonesia," kata JK. Mantan Wakil Presiden itu pun berharap warga yang non-muslim yang tentu saja tak menjalankan ibadah puasa, tetap aktif berdonor.
Dia pun mengatakan PMI akan aktif pula mendatangi gereja pada setiap hari Minggu, demikian pula PMI akan mendatangi vihara, mall, dan beragam instansi lain.
Kepala UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Salimar Salim mengatakan, PMI DKI Jakarta akan buka 24 jam selama Ramadhan. Hanya, pihaknya mengimbau kepada keluarga pasien yang membutuhkan darah agar membawa keluarga atau kerabat untuk menjadi donor langsung.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.