Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

PP 99/2012 Dianggap Diskriminatif

Wakil Ketua Peradi, Sugeng Teguh Santoso, menyebut penerapan PP 99/2012 tentang pembatasan remisi kurang tepat. Ia menilai ada

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Peradi, Sugeng Teguh Santoso, menyebut penerapan PP 99/2012 tentang pembatasan remisi kurang tepat. Ia menilai ada diskriminasi sikap politik dalam penerapan PP tersebut.

"Dalam permasyarakatan, terhadap warga binaan tidak boleh ada perbedaan perlakuan dan pelayanan. Mau dibilang apa jika satu diterapkan satu tidak. Jadi ada diskriminasi dalam sikap politik. Ini bentuk pelanggaran hak asasi," ujarnya dalam diskusi "Polemik Peraturan Pemerintah No. 99/2012 Tentang Pembatasan Remisi" di Gallery Cafe, Cikini, Kamis (18/7/2013).

Ia juga menjelaskan bahwa seorang narapidana yang berada di dalam LP dan telah dihukum dengan kekuatan hukum tetap, artinya mereka sudah menjadi manusia yang seutuhnya.

"Dosa-dosa dia sudah diproses dan sudah selesai, kalau problemmnya tidak jadi jera atau kemudian hukmannya bekurang, itu problem regulasi," imbuhnya.

Ia juga mengatakan peradilan harus berpatokan untuk menegakan aturan hukum. Jadi tidak boleh berpihak pada arah politik tertentu karena akan mengganggu independensi peradilan.

"Jadi tidak boleh berpihak pada kampanye anti korupsi atau setuju korupsi. Kerja peradilan adalah kerja menegakan keadilan dan aturan-aturan hukum," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas