Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahfudz Siddiq: SBY Diam-diam Dukung Kudeta Militer di Mesir

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq melontarkan pernyataan pedas, terkait sikap Presiden SBY yang diam terhadap konflik di Mesir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq melontarkan pernyataan pedas, terkait sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diam terhadap konflik di Mesir.

"Kalau pemerintah Indonesia melalui Presiden SBY tak bersikap tegas terhadap pembantaian di Mesir, itu artinya diam-diam pemerintah memberikan dukungan terhadap kudeta rezim militer di sana," kata Mahfudz Siddiq kepada Tribunnews.com, Rabu (14/08/2013) malam,.

Padahal, kata dia, kudeta militer terhadap presiden Muhammad Mursi merupakan arus balik dan menjadi titik nadir kehidupan demokrasi di negeri para Firaun tersebut.

Menurut Mahfudz, Bali Democracy Forum yang digagas Indonesia sebagai ajang promosi demokrasi global, juga menjadi sia-sia dengan sikap diam Presiden SBY terhadap konflik Mesir.

"Kalau tetap bersikap diam, maka Bali Democracy Forum bisa dikatakan hanyalah etalase mewah untuk panggung retorika para kepala negara," tuturnya.

"Warga dunia tengah menunggu sikap Indonesia sebagai negara muslim demokratis terbesar di dunia," tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya diberitakan, bentrokan berdarah yang terjadi di Kairo, memaksa Pemerintah Mesir memberlakukan masa darurat selama satu bulan, sejak rabu (14/08/2013).

Bentrokan itu sendiri, dipicu tindakan aparat keamanan Mesir membubarkan pengunjuk rasa pendukung Muhammad Mursi, yang menguasai dua lapangan besar di Kairo.

Pemerintah Mesir, memberlakukan masa darurat ini sejak Rabu pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB.

Sementara itu, kantor berita AFP mengabarkan setidaknya sudah 124 orang tewas di Kairo akibat bentrokan pasca-pembubaran pengunjuk rasa pro-Mursi di lapangan Rabaa al-Adawiya dan Al-Nahda.

Jumlah korban tewas ini, diperoleh dari tiga kamar jenazah di Kairo dan sebagian besar tewas karena tembakan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas