Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tes Keperawanan Berdampak Buruk Buat Psikologi Siswi

Menurutnya hal tersebut akan menambah masalah baru bagi siswi

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis Perempuan, Tunggal Pawestri menyatakan menolak terhadap rencana diberlakukannya tes keperawanan bagi siswi SMA yang dicanangkan Kepala Dinas Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Menurutnya hal tersebut akan menambah masalah baru bagi siswi yang hendak masuk SMA tersebut.

"Akan ada ketakutan sendiri bagi siswi walaupun tidak pernah melakukan hubungan seks. Itu akan menimbulkan efek psikologis bagi siswi," kata Tunggal di Kantor ICW, Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Tunggal menuturkan, rusaknya selaput dara (hymen) wanita bukan karena hubungan seks saja. Menurutnya, saat seorang wanita naik sepeda dan terjatuh lalu mengenai selaput dara tersebut berpotensi rusak.

"Jadi jatuh naik sepeda itu yang mengenai hymen itu kan tidak bisa dikatakan tidak perawan," ujarnya.

Tunggal mengatakan, dengan adanya tes keperawanan bukan malah untuk memberikan pendidikan bagi siswa, tapi memberikan penghakiman.

Gagasan tes keperawanan tersebut menurutnya bersifat diskriminatif dan merupakan bentuk pelecehan terhadap remaja putri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini (tes keperawanan) betul-betul menjadi simbol bahwa perempuan tidak punya otoritas terhadap tubuhnya sendiri," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas