Ada Peluang DPD Usulkan Jokowi di Rakernas PDIP
Menurut Puan, pertimbangan memunculkan Jokowi bukan hanya mengacu pada hasil survei.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Yudie Thirzano
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi selalu merajai hasil survei calon presiden di 2014. PDI Perjuangan mengakui nama Jokowi masuk dalam pertimbangan internal partai saat rapat kerja nasional (Rakernas).
"Semua usulan akan ditampung dan terima dan dimasukan sebagai masukan internal. Nanti harus dicermati dinamikanya ke depan. Pak Jokowi sebagai satu kader partai, beliau juga harus dipertimbangkan internal partai," kata Ketua DPP Puan Maharani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9/2013).
Menurut Puan, pertimbangan memunculkan Jokowi bukan hanya mengacu pada hasil survei. Namun, juga dari masukan 33 DPD se-Indonesia. "Tapi keputusan ada pada Ketum (Megawati Sukarnoputri) dan disampaikan dalam internal partai yang tertutup. Silakan saja utarakan aspirasinya," kata Anggota Komisi I DPR itu.
Mengenai Rakernas, Puan mengatakan pihaknya terus mempersiapkan materi gelaran 6-8 September di Ancol. Sedangkan untuk persiapan teknis telah selesai. "Ini konsolidasi partai dan soal pileg dan pilpres. Ini juga mencermati perkembangan politik. Ini juga rakernas terakhir sebelum Pileg dan Pilpres. Insyaallah kita dapat masukan dari seluruh DPD dari 33 provinsi," tuturnya.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin menyatakan tidak menutup kemungkinan seluruh DPD bakal mengusulkan Jokowi sebagai capres 2014. Hal ini setelah melihat elektabilitas Jokowi yang semakin menanjak tak tertandingi.
Ia juga mengakui Jokowi merupakan penarik suara masyarakat. Hingga kini faktor Jokowi masih terlihat di berbagai Pilkada yang digelar selama ini. "Kita belum hitung di surveinya, tapi setidaknya efek Jokowi memberikan banyak faktor, seperti kehadiran Jokowi itu diasumsikan bahwa calon itu bersih, selain itu calon itu diasumsikan bisa membangun dan kerakyatan," kata Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/9/2013).
Hasanuddin mengatakan hingga kini PDIP tetap menjadikan Jokowi sebagai vote getter di setiap ajang Pemilukada. Namun bukan tidak mungkin Jokowi bisa berperan juga di Pemilu 2014. "Tidak bisa dihindari Jokowi menjadi Vote getter, mungkn jadi pertimbangan di Pilpres. Pertimbangannya seperti apa kita lihat saja nanti," ujarnya. Ferdinand Waskita
Simak Fenomena Jokowi di Tribun Jakarta Digital atau copy link berikut ini http://digital.jakarta.tribunnews.com/edition/2013/09/02/petang