Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penunggu Rumah Bunda Putri Tolak Makanan

Seorang pengantar makanan cepat saji menepi menuju rumah mewah di kawasan Pondok Indah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Kamis siang, sekitar pukul 14.00 WIB, seorang pengantar makanan cepat saji menepi menuju rumah mewah di kawasan Pondok Indah.

Rumah ini, berjarak kurang lebih 700 meter dari Pondok Indah Mal. Ia membawa makanan, namun tidak dapat masuk ke rumah bernomor SB 09 yang diduga milik Bunda Putri tersebut.

Si pengantar mengaku diorder mengirimkan dua porsi makanan ke rumah tersebut. Pemesan mengaku bernama nama Yoga. Saat tiba didepan rumah, ia membunyikan klakson berkali-kali isyarat memanggil pemesan, tapi si pemesan tak juga keluar.

Akhirnya ia menelepon, dan pemesan memerintahkan agar menunda pengiriman. Lalu si pengantar makanan kembali ke tokonga, untuk datang lagi kemudian.

"Tadi saya telepon orangnya, disuruh balik lagi nanti. Nggak tahu tuh alasannya," kata si pengantar makanan sambil beranjak pergi.

Rumah megah dua lantai berpagar besi tinggi cokelat dengan dinding putih itu tampak sepi, kemarin. Pagar rumah terlihat tertutup rapat. Di dalam pekarangan, terparkir dua mobil; Toyota Innova berwarna hitam dan mobil mercedes berwarna hijau. Tiga sepeda motor terparkir di halaman rumah.

Rumah tersebut diduga milik Bunda Putri, sosok yang belakangan ini menjadi sorotan setelah namanya muncul dalam persidangan terdakwa kasus impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat Tribunnews.com mencoba menyambangi rumah tersebut, tidak ada seorangpun dari dalam rumah yang keluar. Menurut seorang petugas keamanan tetangga rumah tersebut, rumah yang diduga milik Bunda Putri itu baru saja direnovasi saat pada bulan puasa, Juli-Agustus lalu.

Mengenai siapakah sosok Bunda Putri? Memang masih misterius. Yang terbuka baru informasi permukaan, antara lain menyebut Bunda Putri adalah istri ketiga pejabat eselon satu di Kementerian Pertanian. Bunda Putri juga pernah menikah dengan seorang Kepala Dinas di Pemprov Kalimantan Barat.

Menurut Heri, seorang penjaga rumah tetangga Bunda Putri, pemilik rumah jarang kelihatan. Sepengetahuannya, rumah tersebut sering kedatangan banyak tamu-tamu bermobil.

"Banyak mobil parkir. Biasanya mobil-mobil tamunya parkir di samping rumah yang lahan kosong itu. Tamunya biasa datang sekitar jam 5 sore," ucap Heri.

Nama Bunda Putri muncul dalam pusaran kasus korupsi kuota impor daging sapi di Kementan. Bersama dia, muncul pula nama seperti Sengman, Dipo, Pak Lurah, Haji Susu, dan Bunda Putri.

Nama Sengman mulai perlahan terkuak. Dia disebut-sebut sebagai seorang pengusaha properti asal Palembang dan diduga dekat dengan Presiden SBY, ketika SBY menjabat Panglima Komando Militer II/Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan.

Sementara Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah yang dimaksud dalam persidangan itu adalah namanya Dipo Alam.
Penyebutan nama Bunda Putri muncul dalam sidang lanjutan terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi dan pencucian uang Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis 29 Agustus 2013 lalu.

Nama tersebut muncul setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memperdengarkan hasil sadapan perbincangan bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dalam persidangan.

Ucapan putra Hilmi itu ditanyakan Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango, dari hasil  percakapan telepon antara Ridwan Hakim dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq serta Bunda Putri yang diduga memiliki peran penting dalam kasus itu.

Namun siapa sebenarnya sosok Bunda Putri ini memunculkan banyak spekulasi. Semula mengarah kepada seorang perempuan di lingkaran dapur istana.

Namun akhir pekan lalu, informasi yang diperoleh TRIBUNnews.com menyebutkan Bunda Putri adalah istri muda seorang pejabat Eselon 1 di Kementerian Pertanian.

Bunda Putri dalam kasus ini disebutkan memiliki peran penting dalam kuota impor sapi daging yang menyeret mantan Presiden PKS dan pengusaha yang berhubungan dengan Kementan. Kementan kebetulan dipimpin Suswono, seorang kader PKS

The Jakarta Post  Selasa (3/9) memberitakan kemungkinan Bunda mengacu kepada Sylvia Sholehah dari berbagai rujukan di media massa. Sylvia dikenal sebagai teman dekat Ibu Negara Ani Yudhoyono. Bunda dispekulasikan berperan sebagai perantara bagi politisi dan pejabat pemerintah dengan kontraktor proyek Hambalang.

Dia, kali pertama disebutkan dalam laporan investigasi terhadap Mindo Rosalina Manulang, mantan direktur pemasaran PT Anak Negeri, perusahaan yang dimiliki mantan bendahara Demokrat Muhammad Nazaruddin.

"Wafid Muharram (mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga) mengatakan, ada seorang pengusaha yang direkomendasikan oleh Angelina Sondakh (mantan anggota DPR dari Partai Demokrat) yang ingin mengambil proyek tersebut, " ujar Mindo seperti dalam salinan laporan yang dimuat The Jakarta Post.

"Dan ada juga seorang pengusaha yang direkomendasikan oleh departemen rumah tangga Cikeas. Tapi saya lupa namanya," tambah Mindo dalam laporan tersebut.

Dalam percakapan ketika pemeriksaan, "Cikeas" adalah sebutan bagi kediaman pribadi keluarga Presiden SBY di Bogor, Jawa Barat.
Pada 28 Mei, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Sylvia, yang juga akrab disapa Ibu Pur, sebagai saksi dalam kasus Hambalang.

Majalah Tempo, dalam berita sampul edisi 15 Juli 2013, menulis Sylvia yang disebut sebagai "wanita misterius" dalam kasus Hambalang adalah istri dari Purnomo. Purnomo, adalah purnawirawan pejabat militer yang lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata (AKABRI ) pada tahun 1973, tahun yang sama dengan SBY.

Nah, jadi siapakah sebenarnya sosok Bunda Putri ini sampai sekarang tetap masih misterius. (tribunnews/Bahri /Aco)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas