Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bachrudin Nasori Siap Sumpah Pocong

Ia terkejut saat beredar isu lobi di toilet berimbalan uang dalam amplop dengan anggota DPR.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak, Sudrajad Dimyati terpaksa balik ke Gedung DPR Jakarta, meski telah tiba di Cibubur setelah menjalani fit and proper test calon hakim agung, Rabu (18/9). Ia terkejut saat beredar isu lobi di toilet berimbalan uang dalam amplop dengan anggota DPR.

Semula Sudrajad tak tahu-menahu merebaknya isu suap usai fit and proper test yang diikuti 12 calon hakim agung itu. Saat dalam perjalanan pulang, ia dapat pesan via BlackBerry Messenger (BBM) keluarganya.

Ia diminta melihat berita yang dilansir media online yang menyebut lobi di toilet berimbalan uang dalam amplop dengan anggota Komisi III dari PKB, Bachrudin Nasori. Seketika Sudrajad balik kanan, meski saat itu telah sampai di kawasan Cibubur.

"(Keluarga) pada bilang ke saya, disuruh baca (media online). Setelah saya baca, ya terpaksa saya balik lagi ke sini (DPR) untuk klarifikasi," katanya.

Sudrajad menjelaskan, isu pemberian uang dalam amplop tebal itu tak benar.

"Saat itu, selesai fit and proper test sebenarnya saya mau langsung pulang, tapi saya ke toilet dulu karena satu setengah jam di ruangan kan saya butuh ke toilet. Saya ingat toilet (urinoir) di kanan saya rusak, tak lama kemudian ada bapak-bapak berbaju batik menggunakan toilet di kiri saya, saya tak kenal orang itu," aku Sudrajad.

Orang berbaju batik itu kemudian mengeluarkan secarik kertas yang ternyata jadwal agenda fit and proper test calon hakim agung. Sudrajad langsung mengenali, karena memiliki kertas serupa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bapak itu kemudian bilang, dari daftar ini mana calon hakim agung perempuan yang bukan berasal dari karir? Kemudian saya bilang yang paling bawah, sambil memberikan kertas itu lagi," tuturnya.

Setelah keluar toilet ia dikejar seorang wartawan yang memberitahukan, orang berbatik tersebut anggota DPR. Ia kemudian dicecar sejumlah pertanyaan.

"Kata wartawan itu, Bapak lobi-lobi, ya? Bapak lobi-lobi, ya?, saya bilang lobi-lobi apa, orang sama yang tadi saja tak kenal. Wartawan itu terus mengikuti saya sampai tempat parkir," jelas Sudrajad.

Sang wartawan itu kemudian memberikan kartu nama, lalu ia pulang. "Saya jelaskan apa adanya. Saya pun siap jika dimintai keterangan lebih lanjut," kata Sudrajad, santai.

Bahruddin tak menampik bertemu Sudrajad di toilet. "Tapi, saya cuma tanya ada berapa calon (hakim agung) perempuan, dan ada berapa calon yang non-karier," tandasnya.

Ia membantah menerima amplop, seperti isu yang mencuat. Ia pun menyatakan berani sumpah pocong, jika diragukan. "Berani (sumpah pocong). Tapi, sebagai muslimin kita Wallahi saja, Demi Allah," tegasnya.

Ia meyakinkan pertemuan di toilet dengan Sudrajad hanya kebetulan. "Tak ada niat sama sekali. Ini spontanitas," tandasnya. Ia meninggalkan ruangan saat seleksi hakim agung, karena ingin istirahat. Sebelum istirahat, ia ke toilet.

"Kan ada dua anggota, Pak Otong, saya bilang Pak Otong saya ke sini, pulang istirahat dulu. Kamu tahu ada apartemen saya di situ, ada CCTV. Saya langsung tidur, barusan saya bangun, baru staf saya langsung ke Komisi III, saya langsung ke sini," jelas Bahruddin.

Sebelumnya mencuat isu suap di toilet. Media online melansir seorang pria berkemeja putih berbalut jas berjalan terburu-buru memasuki toilet di Gedung Nusantara II DPR. Ketika itu jarum jam menunjuk pukul 11.10 WIB, Rabu (18/9).

Pria yang dimaksud adalah Sudrajad Dimyati yang digambarkan berekspresi tegang. Saat itu Sudrajad bersama 11 calon hakim agung lainnya sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di  Komisi III. Pekan depan, Komisi III akan memilih empat dari 12 calon yang diajukan Komisi Yudisial (KY) sebagai calon hakim agung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas