Calon Kapolri Komjen Sutarman Diminta Merespon Semua Tantangan
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengingatkan Calon Kapolri Komjen (Pol) Sutarman agar segera mengajak
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Widiyabuana Slay
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengingatkan Calon Kapolri Komjen (Pol) Sutarman agar segera mengajak seluruh jajaran Polri untuk memahami tantangan polisi yang dihadapi saat ini.
"Kecepatan Polri beradaptasi dengan tantangan terkini, dan kesigapan merespons semua tantangan itu, amat diperlukan untuk memulihkan rasa aman yang sangat dibutuhkan seluruh komponen masyarakat," kata Bambang melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Minggu (29/9/2013).
Bambang mengatakan penembakan dan pembunuhan prajurit Polri akhir-akhir ini menunjukan kelambanan Polri beradaptasi dengan tantangan terkini.
Hal itu Mengacu pada fakta-fakta kejahatan, berikut kualitas tindak kriminal yang berkembang hingga saat ini. Bambang mengatakan muncul kesan di benak publik bahwa Polri relatif terlambat beradaptasi. "Bahkan, boleh jadi, cukup kedodoran," kata politisi Golkar itu.
Tidak hanya ancaman terorisme yang menggelisahkan, Bambang mengatakan, maraknya perdagangan dan peredaran narkoba, serta senjata api (senpi) ilegal dan bom rakitan di beberapa pelosok daerah sudah merongrong keamanan dan ketertiban umum. "Kinerja Polri dalam menanggapi dua kejahatan ini dirasakan belum maksimal," tuturnya.
Misalnya, masyarakat bisa melihat dan merasakan bahwa peredaran narkoba cukup leluasa, sementara pasar gelap yang memperdagangkan Senpi illegal terus berlangsung.
Demi melindungi masa depan anak-anak dan generasi muda, lanjut Bambang, tugas Polri memerangi jaringan perdagangan narkoba jangan lagi melulu difokuskan di dalam negeri.
"Karena Indonesia sudah dijadikan target pasar oleh sindikat internasional, sudah waktunya Polri mengerahkan intelijen untuk melakukan pengintaian di luar negeri agar pencegahan di bandara atau pelabuhan di dalam negeri menjadi lebih efektif," ungkapnya.
Bambang mengatakan sangat berbahaya jika penyelundupan, perdagangan dan penguasaan senpi ilegal di tangan warga sipil tidak diperangi. "Jika semakin banyak orang merasa terancam akibat maraknya penguasaan senpi ilegal, akan semakin banyak pula orang yang terdorong memiliki senpil ilegal untuk melindungi diri," ujarnya.