Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Golkar: KPK Harus Panggil Bunda Putri

Ketua DPP Partai Demokrat Hajriyanto Y Thohari menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memanggil Bunda Putri

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat Hajriyanto Y Thohari menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memanggil Bunda Putri agar publik tahu apa sebenarnya posisi dan peran yang bersangkutan dalam kasus dugaan suap impor daging.

"KPK harus memanggil yang bersangkutan agar publik tahu posisi Bunda Putri dalam isu ini. Segera mendapatkn kejelasan kalau tidak ada spekulasi, ada foto yang mngkin sifatnya kebutulan tetapi kan bisa mengundang spekulasi. Maka harusnya KPK yang menangani persoalan Bunda Putri harus mengambil langkah supaya mendapat kejelasan. Spekulasi ini sangat melelahkan," kata Hajriyanto ketika ditanya pers di gedung DPR/MPR RI Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Wakil Ketua MPR RI ini berharap KPK segera mengakhiri spekulasi menggelindingnya bola liar seperti Bunda Putri ini dengan cara memanggilnya ke KPK untuk ditanya.

"Memang KPK tak bisa memanggil yang bersangkutan tanpa bukti awal. Tetapi karena isu ini sudah menggelinding yah bisa dipanggil," kata Hajriyanto.

Menurut Hajriyanto, pihak yang sebelumnya berjanji memberikan keterangan terkait Bunda Putri, termasuk orang yang ditugaskan Presiden SBY mengusut sosok yang bersangkutan sudah waktunya untuk menjelaskan ke publik siapa orang dimaksud.

"Harus diumumkan supaya spekulasi yang spekulatif ini dapat dihentikan," kata Hajriyanto.

Menurut Hajriyanto isu tentang Bunda Putri ini sudah meluas dan menyinggung wilayah yang sangat sensitif secara politik karena menyangkut posisi dan kedudukan tokoh-tokoh yang memiliki hubungan dengan Bunda Putri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika persoalan isu Bunda Puteri tak ada kata putus maka sangat diyakini ini akan menjadi liar dan spekulasi luas," kata Hajriyanto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas