Komisi I Minta TNI Evaluasi Alutsista
Komisi I DPR bidang pertahanan menyampaikan duka cita atas jatuhnya Helikopter M 17 milik TNI AD
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Komisi I DPR bidang pertahanan menyampaikan duka cita atas jatuhnya Helikopter M 17 milik TNI AD di Kalimantan Utara yang menewaskan belasan orang prajurit TNI. Wakil Ketua Komis I TB Hasanuddin mempertanyakan kecelakaan tersebut.
Sebab, heli tersebut jatuh bukan karena kesalahan manusia, tetapi karena kesalahan alat .
"Hely M 17 merupakan jenis hely serbu tapi juga serba guna karena dapat dipakai menjadi hely angkut untuk kebutuhan-kebutuhan mobilitas lainnya , hadir di jajaran TNI AD sejak 2011 dan dibeli dari Rusia," kata Hasanuddin ketika dikonfirmasi, Minggu (10/11/2013).
Hasanuddin menyarankan TNI harus segera melakukan evaluasi menyeluruh pada semua alutista (alat utama sistem persenjataan) dalam program MEF, mengingat hely ini masih baru dan dibeli dalam progran MEF ( minimal essensial force ).
Ia mengatakan selama ini Indonesia telah mampu membeli alut sista yang modern dan canggih sampai ratusan triliun rupiah.
"Tetapi apakah kita juga telah membeli suku cadang yang cukup ? Bagaimana dengan sistim pemeliharaannya termasuk biaya pemeliharaan yang disediakan ? Apakah TOT ( transfer of technologie ) nya sesuai dengan kontrak pembelian sehingga para prajurit memiliki kemampuan yang cukup dalam alih tehnologinya ?" tanyanya.
Politisi PDIP itu meminta segera dilakukan evaluasi semua alutsista baru baik di jajaran TNI baik AD , AL maupun AU. Hasanuddin mengingatkan jika sistem pengadaan suku cadang dan sistem pemeliharaannya tidak mendapatkan perhatian serius. Maka tidak mustahil semua alut sista modern ini lambat laun akan menjadi barang yang tak ada manfaatnya.
"Ini yang membahayakan prajurit sendiri dan tak memiliki daya tangkal lagi dalam sistim pertahanan kita," ujarnya.