Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Nazaruddin Beberkan Dugaan Keterlibatan Petinggi PT DGI

Nazaruddin enggan menyebutkan lebih detail siapa nama-nama orang yang terlibat dari PT DGI tersebut

Penulis: Edwin Firdaus
zoom-in Nazaruddin Beberkan Dugaan Keterlibatan Petinggi PT DGI
WARTAKOTA /Henry Lopulalan
Mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat M Nazaruddin selesai menjalani pemeriksaan selama 4 hari nontop di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2013). Sebelum kembali ke LP Sukamiskin, Bandung ini Nazarudin menyebut beberapa nama anggota DPR yang terlibat kasus Hambalang. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpidana kasus korupsi wisma atlet Sea Games Muhammad Nazaruddin mengklaim telah membeberkan semua yang diduga terlibat kasus dugaan gratifikasi pelaksanaan proyek PT Duta Graha Indah dan pencucian uang dalam pembelian saham PT Garuda Indonesia. Termasuk dugaan keterlibatan sejumlah petinggi DGI.

"Semua sudah saya jelaskan. Termasuk bukti-buktinya semuanya sudah ada bahannya di penyidik KPK," kata Muhammad Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (15/11/2013) malam.

Kendati demikian, Nazaruddin enggan menyebutkan lebih detail siapa nama-nama orang yang terlibat dari PT DGI tersebut. Yang pasti, ungkap dia, dugaan keterlibatan Mantan Komisaris PT DGI, Sandiaga Uno juga dalam perkara itu telah dia beberkan.

"Iya keterlibatan (Sandiaga Uno) itu semua juga sudah dijelaskan," kata suami Neneng Sri Wahyuni ini.

Dalam kasus ini, Nazaruddin diduga mencuci uang melalui pembelian saham perdana Garuda senilai Rp 300,8 miliar. Diduga, uang yang digunakan Nazaruddin untuk membeli saham melalui lima anak perusahaan Grup Permai ini merupakan fee atas jasa Nazaruddin membantu PT Duta Graha Indah memperoleh proyek-proyek Pemerintah. Nazaruddin menggunakan Grup Permai untuk menggiring proyek-proyek Pemerintah.

Berdasar dokumen KPK, sejumlah proyek di beberapa kementerian diduga tendernya digiring oleh Grup Permai dan anak usahanya. Kementerian itu antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Agama, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Berita Rekomendasi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas