Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tempat Pemeriksaan Boediono Oleh KPK Hari Ini Masih Misterius

Dari pantauan, hingga pukul 18.00 WIB, tidak tampak adanya tim dari KPK di Kantor Wakil Presiden

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kini menjabat Wakil Presiden Indonesia, Boediono dikabarkan akan diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Sabtu (23/11/2013).  Namun dimana Boediono diperiksa oleh Tim KPK masih misterius.

Sebelumnya beredar kabar Boediono akan diperiksa di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jalan Veteran, Jakarta, di dalam kompleks Istana Kepresidenan RI.  Namun, dari pantauan, hingga pukul 18.00 WIB, tidak tampak adanya tim dari KPK di Kantor Wakil Presiden.

Padahal diberitakan sebelumnya, Boediono sudah ada di Kantor Wapres Jakarta sejak siang tadi. Boediono rencananya akan memberikan keterangan pers pukul 19.00 WIB di Kantor Wapres. Kabarnya keterangan pers Wapres terkait kasus Century.

Namun tidak jelas apakah Boediono diperiksa hari ini.  Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi enggan berkomentar banyak perihal kabar mengenai pemeriksaan Boediono.

"Rekan-rekan pers yang saya hormati, berkaitan dengan informasi soal pemeriksaan Pak Boediono sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya dalam kaitan dengan penyidikan KPK terkait kasus Century, akan dijelaskan oleh Pimpinan KPK melalui Konperensi Pers secara lengkap pada hari Senin, 25 November 2013 di kantor KPK," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu (23/11/2013).

Sementara itu penjelasan resmi KPK, menurut Johan Budi, mengenai informasi soal pemeriksaan Pak Boediono sebaga saksi Kasus Century, keterangan akan disampaikan langsung oleh Pimpinan KPK.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami mohon rekan rekan pers bersabar menunggu keterangan resmi Pimpinan KPK yg rencananya akan disampaikan pada konpers hari Senin, 25 November 2013," kata Johan Budi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas