Demokrat Bela Ruhut Terkait Seteru dengan Boni Hargens
Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mempertanyakan alasan Boni memancing emosi Ruhut
Penulis:
Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi partai Demokrat Ruhut Sitompul berseteru dengan Pengamat UI Boni Hargens. Partai Demokrat pun membela sikap yang dilakukan Ruhut.
Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mempertanyakan alasan Boni memancing emosi Ruhut.
"Kenapa orang sellau memancing emosi orang. Oleh karenanya, kalau Ruhut merasa tersinggung atas apa yang diucapkan (Boni), SBY gagal memerintah 9 tahun, mana datanya?" kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/12/2013).
Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Indonesia, Boni Hargens akhirnya resmi melaporkan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya,
Jumat (6/12/2013).
"Saya kesini didampingi oleh lawyer dari rumah hukum Hotman Sitompul. Saya mau melaporkan saudara Ruhut karena tindakan diskrimanasi atau kekerasan dalam sebuah penghinaan di dialog debat petang di tv one kemarin sore. Menurut kami pernyataan dia rasis," tutur Boni di Mapolda Metro Jaya.
Sebelumnya Boni menuturkan, insiden penghinaan kepada dirinya terjadi saat acara diskusi membahas mengenai kasus korupsi Hambalang dan Bu Pur.
Saat itu Boni kebagian untuk menjelaskan perkara tersebut. Akan tetapi, kata Boni, Ruhut Sitompul tiba-tiba emosi dan kehilangan kontrol saat dirinya dimintai tanggapan soal kasus Hambalang dan Bu Pur. Ruhut menyebut Boni adalah orang kulit hitam yang harus dilawan.
"Ruhut marah dan lost control, Ruhut bilang lumpur Lapindo warnanya hitam, Boni Hargens kan hitam, jadi orang hitam harus dilawan,"ujar Direktur Lembaga Pemilih Indonesia ini.
Beruntung kata Boni dalam peristiwa itu tidak sampai timbul adu fisik. "Kita Live beda tempat," ujar Boni.