Korupsi Miskinkan Rakyat dan Bikin Utang Negara Tak Terbayar
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan ada sekitar 28 juta orang di
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan ada sekitar 28 juta orang di Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Selain itu Indonesia juga masih memiliki hutang sekitar Rp 2.276 Triliun. Permasalahan-permasalahn itu kata dia tak kunjung selesai karena uang negara selalu di korupsi.
Dalam pemaparannya di acara Refleksi Akhir Tahun Pekan Politik Kebangsaan, di kantor International Confrence of Islamic Scholars (ICIS), di Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013), Abraham Samad mengatakan Indonesia punya sumber daya alam yang luar biasa untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan tersebut.
Kata dia setidaknya ada tiga sektor yang terus digerogoti koruptor sehingga hutang Indonesia masih banyak dan jumlah rakyat miskin tidak berkurang, yakni sektor kedaulatan pangan, energi serta sektor pajak.
Untuk sektor kedaulatan pangan, Abraham Samad mengatakan Indonesia adalah negara agraris yang penduduk desanya rata-rata bertani ataupun berkebun. Namun para petani itu masih hidup di bawah garis kemiskinan, dan Indonesia masih terus mengimpor beras.
"Sektor ini tidak cukup memberi kesejahteraan. Petani kita miskin, kenapa ? Karena ktia tidak punya kebijakan holistik terhadap ketahanan pangan," ujarnya.
Ia menyebutkan ada kartel ataupun mafia yang menjegal petani lokal untuk berkembang. Kejahatan itu didukung dengan oknum-oknum pemerintah yang menjadi kaki tangan mereka.
"Petani karena tidak kunjung kaya bisa menjual lahannya, dan tidak akan ada lagi orang mau jadi petani. Kita terpaksa impor. Sebagai negara yang berdaulat, merdeka, kita harus mampu mengatakan stop liberalisasi sektor pangan," katanya.
Sektor energi pun demikian. Kata dia ada 45 blok yang beroperasi di Indonesia. Tahun lalu saja blok Mahakam menghasilkan Rp 120 triliun. Sayangnya tidak sepenuhnya uang hasil eksploitasi mineral itu masuk ke kas negara.
"Blok Mahakam dalam satu tahun ada Rp 120 Triliun. Kalau dihitung kemarin ada 45, berapa penghasilan negara, ada ribuan triliun. Tapi itu bocor terus," ujarnya.
Untuk sektor pajak, Abraham Samad mengatakan sebagian besar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang berjumlah Rp 1800 berasal dari sektor pajak. Namun demikian sekitar 50 persen pajak negara justru dicuri oleh oknum-oknum pajak.
"Tiga sektor ini terus menerus jadi perhatian kita. Kenapa rakyat kita miskinn karena wabah korupsi terus dibangun," tandasnya.
Baca tanpa iklan