Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demo Dukung Atut Cuma Dibayar 50 Ribu

Pasalnya tak sedikit dari pengunjuk rasa yang mengaku diajak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Demo Dukung Atut Cuma Dibayar 50 Ribu
TRIBUN/DANY PERMANA
Gubernur Banten Atut Chosiyah (berkerudung hitam) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Jumat (20/12/2013). Hari ini adalah hari pertama Atut diperiksa sejak ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap kepengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi dan pengadaan alat kesehatan. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa yang tergabung dalam Presidium Banten Bersatu (PBB) memberikan dukungan moril kepada Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah yang tengah menjalani pemeriksaan tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (20/12/2013).

Dukungan itu disuarakan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kantor KPK, Jakarta, Jumat (20/12/2013) siang.

Ratusan pengunjuk rasa yang terdiri dari pemuda, ibu-ibu hingga anak-anak itu tampak berkumpul sambil bertepuk tangan dan berteriak mengikuti orasi yang disampaikan koordinator aksi dari atas mobil sound system yang terparkir di depan kantor KPK.

Namun terungkap, para pengunjuk rasa yang diketahui berasal dari beberapa wilayah seperti Serang, Pandeglang dan Banten itu tidak datang atas inisiatif mereka sendiri.

Pasalnya tak sedikit dari pengunjuk rasa yang mengaku diajak. Bahkan, salah seorang pengunjuk rasa mengungkapkan dijanjikan menerima uang apabila mengikuti aksi unjuk rasa itu.

"Iya katanya ada uangnya sekitar Rp50 ribu," kata pengunjuk rasa yang tak bersedia disebutkan namanya berbincang dengan wartawan.

Pengunjuk rasa berusia 18 tahun itu mengaku masih duduk di bangku SMA. Meski begitu dia sendiri tidak tahu tujuan dari demonstrasi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak tahu, kebetulan lagi libur terus ada yang ajak ya ikut," ujarnya.

Massa Presidium Banten Bersatu hingga pukul 15.25 masih berkumpul di depan kantor KPK. Mereka memenuhi jalur lambat kendaraan. Alhasil polisi pun terpaksa menutup sebagian jalur lambat di depan kantor KPK itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak Gubernur Banten, menanggapi isu bayaran tersebut.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas