Polisi Janji Rehab Rumah Zainab yang Rusak karena Peluru dan Bom
kepolisian akan membangun rumah itu seperti semula, sebelum Polisi datang dan menembaki serta meledakan beberapa bagian bangunan.
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Jefri (32), seorang cucp Hajah Zainab, pemilik kontrakan yang didiami Dayat dan komplotannya mengatakan kontrakan dan rumah neneknya yang porak-poranda pascaserbuan tim Densus 88, akan segera diperbaiki.
Ditemui di lokasi penggerebekan, Jefri mengatakan pihaknya sudah berkordinasi dengan Polisi, dan dijanjikan kepolisian akan membangun rumah itu seperti semula, sebelum Polisi datang dan menembaki serta meledakan beberapa bagian bangunan.
"Kami dijanjikan bangunan akan dibangun seperti semula, dengan bahan-bahan yang baru," ujarnya.
Jefri mengaku pihak keluarga sebenarnya berniat untuk membangun rumah tersebut, dengan bentuk yang lebih baik. Namun demikian Polisi telah memutuskan untuk membangun seperti sediakala, pihak keluarga pun mengalah.
"Katanya sekitar satu bulan sudah selesai direnovasi," terangnya.
Para penghuni bangunan itu, termasuk keluarganya dan beberapa pengontrak menurut Jefri sudah menyelamatkan barang-barang pribadi yang berharga, seperti surat-surat. Namun demikian masih banyak barang-barang pribadi lain yang masih ditinggalkan di bangunan tersebut.
"Tapi kita warga sudah mendata barang-barang kami apa saja," kata Jefri.
Kata Jefri bangunan milik keluarganya itu rusak sekitar 90 persen. Atap bagian depan rubuh. Pantauan TRIBUNnews.com, tampak bangunan tersebut masih ditutupi terpal di bagian belakangnya, dan di bagian depan dan di kedua sisinya sudah ditutupi oleh papan kayu.
Sejumlah pekerja pun terlihat keluar-masuk bangunan dengan membawa meterial untuk memperbaiki bangunan, namun proses perbaikan itu tidak terlihat dari luar karena ditutupi oleh papan kayu.