Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Majelis Syariah PPP Akan Umumkan Sendiri Pencapresan Suryadharma Ali

Noer Muhammad Iskandar berharap partai berlambang Ka'bah itu mengusung Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali sebagai calon presiden

Editor: Sanusi
zoom-in Majelis Syariah PPP Akan Umumkan Sendiri Pencapresan Suryadharma Ali
Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan seusai membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II PPP di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Jumat (7/2/2014). Mukernas yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP itu diikuti oleh sekitar 300 peserta dan akan berlangsung selama tiga hari. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Ketua Pelaksana Harian Majelis Syariah DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Noer Muhammad Iskandar berharap partai berlambang Ka'bah itu mengusung Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali sebagai calon presiden.

Ditemui di sela Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II DPP PPP, di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2014), Noer mengatakan Suryadharma Ali layak menjadi presiden karena merupakan salah satu kader PPP yang paling berpengalaman di bidang pemerintahan.

"Majelis Syariah ingin Pak Suryadharma yang bisa dicapreskan," katanya.

Menurutnya Suryadharma Ali juga bisa dipandang sebagai tokoh Islam yang toleran, yang bisa bekerjasama dengan umat lain. Hal itu dibuktikan Ketua Umum PPP dari sepak terjangnya sebagai Menteri Agama.

Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila Mukernas tidak menetapkan Suryadharma Ali sebagai capres, Majelis Syariah berencana mendeklarasikan sendiri yang bersangkutan bersama beberapa Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dan tokoh agama.

Calon presiden (capres) partainya akan diputuskan dalam forum Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus). Selain Suryadharma Ali, sejumlah tokoh lain yang disinggung dalam Mukernas tersebut antara lain mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mantan Wakil Presiden sekaligus mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, hingga Yenny Zanuba Wahid, salah seorang putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Namun demikian, hingga kini belum ada keputusan final soal siapa yang akan dicalonkan, dan kapan nama tersebut akan diumumkan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas