Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pramono Edhie: Lihat Ketegasan Saya Saat Menangani Kasus Cebongan

Pramono Edhie Wibowo, mengatakan akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Presiden SBY

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pramono Edhie: Lihat Ketegasan Saya Saat Menangani Kasus Cebongan
HO/ISTIMEWA
Pramono Edhie Wbowo, peserta Konvensi Calon Presiden Paartai Demokrat, tergabung dalam grup Garuda saat mengikuti Debat Bernegara Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di Hotel Aston, Denpasar, pukul 16.00 WIT, Selasa (18/2/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo, mengatakan akan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Presiden SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat.

Saat berbincang santai dengan wartawan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Edhie mengatakan walau SBY dinilai kurang tegas, namun perekonomian Indonesia berkembang.

Oleh karena itu, jika terpilih menjadi presiden, Edhie bertekad akan melanjutkan program SBY. Edhie mengaku siap lebih tegas agar ekonomi lebih berkembang lagi.

"Mau lihat ketegasanku? Lihat sebelumnya dong. Pernah dengar cebongan (penembakan Kopassus di Lapas Cebongan Sleman)? Aku bertugas di Kopassus puluhan tahun. Tapi aku harus menghentikan anak buahku yang kalap. Salah dihukum, benar dibela," tegas Edhie di Balikpapan, Jumat (21/2/2014).

Edhie juga membeberkan contoh ketegasannya yang lain saat kasus Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) diserang personil Yon Armed Baturaja pada Kamis, 7 Maret 2013 lalu.

"Selain itu di OKU. Sebelum yang melakukan kesalahan dari pihak lain dihukum, aku sudah mengambil keputusan bahwa dia salah dan dihukum. Kurang gimana? Jadiin aku presiden baru buktinya banyak," seloroh Edhie.

Bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu pun menegaskan harus ada kepastian hukum di Indonesia. Pria yang pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu berjanji tidak akan pandang bulu dalam menegakkan hukum.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi begini, memang harus ada kepastian hukum. Salah ya harus dihukum. Siapapun. Saya sedih loh menghukum anak (prajurit) Kopassus karena anak itu juga orang-orang hebat," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas