Ahok: Presiden Harus Punya Hubungan Dekat dengan Gubernur DKI
Sebanyak 13 sungai besar yang melintas di Jakarta merupakan kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Pusat
Penulis:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, seorang presiden harus memiliki hubungan yang dekat dengan Gubernur DKI Jakarta.
"Siapapun yang menjadi presiden, dua ini yang harus dekat. Karena kan hubungannya dekat," ujar Basuki atau akrab disapa Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Ahok menjelaskan sebagian persoalan di Jakarta, misalnya mengenai normalisasi sungai tentu tidak semuanya dintangani oleh Pemprov DKI. Sebanyak 13 sungai besar yang melintas di Jakarta merupakan kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Pusat.
"Dia harus punya pemikiran, dia harus punya dua wakil presiden, satu urus Indonesia, satu lagi urus Jakarta. Nah itu Gubernur DKI Jakarta," ucap Ahok.
Ahok mencontohkan, di era kepemimpinan Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Menurutnya pembangunan Jakarta sukses bukan karena hanya Gubernur DKI saat itu Ali Sadikin saja, namun juga ada campur tangan Soekarno.
"Jakarta bisa dibangun karena Bung Karno. Ali Sadikin juga karena Bung Karno yang mendukung," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.
Baca tanpa iklan