Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Rumah Nurhadi Terbesar di Dekat Senayan City

Tribun mencoba mengkonfirmasi tentang bagi-bagi iPod tersebut dengan mendatangi kediaman pribadinya di Jalan Hang Lekir

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah heboh masalah meja ruang kerja Rp 1 miliar, nama Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kembali terekspose bagi-bagi 2.500 iPod sebagai souvenir saat pernikahan anaknya di Hotel Mulia, Jakarta, pada Sabtu (15/3) malam.

Tribun mencoba mengkonfirmasi tentang bagi-bagi iPod tersebut dengan mendatangi kediaman pribadinya di Jalan Hang Lekir V Nomor 6 RT 007/006, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (17/3/2014).

Namun, sang pemilik rumah atau anggota keluarga Nurhadi tidak berada di tempat. Hanya ada dua penjaga rumah yang tengah sibuk memperbaiki mobil Land Cruiser di garasi. Satu mobil sedan terparkir di belakang mobil tersebut. "Bapak sama ibu enggak ada, anggota keluarganya juga enggak ada. Ibu juga kerja," kata seorang penjaga rumah.

Kedua penjaga rumah itu langsung menutup mulut dan menutup gerbang garasi secara perlahan setelah mengetahui maksud kedatangan Kami hendak melakukan wawancara dengan sang majikan.

Pantaun Tribun, rumah Nurhadi itu tak jauh dari pusat perbelanjaan dan bisnis, Senayan City dan terbilang paling besar bila dibandingkan rumah-rumah di Jalan Hang Lekir.

Rumah Nurhadi berlantai dua dan berdiri di atas lahan sekitar 20x15 meter persegi di bagian huk. Rumah bercat cokelat berpadu kuning itu dibentengi pagar setinggi dua meter.

Dari luar, tampak rumah itu cukup asri dengan adanya beberapa tanaman di sekelilingnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tepat di depan rumah terdapat terpasang patok beton yang diduga sengaja dibangun agar tidak ada kendaraan yang parkir. Di sisi gerbang lainnya tampak terparkir mobil Mercedes Benz.

Beberapa tetangga memilih enggan menjawab saat ditanyain tentang keseharian Nurhadi, termasuk, sang ketua RT 007, Endang. "Saya juga kerja, saya sedang sibuk. Saya punya jadwal sehari-hari, harus ini dan itu. Maaf, saya tidak bisa diajak bicara sekarang," ujar Endang sembari melongok dari balik lobang pintu gerbang rumahnya.

Sementara itu, Tribun juga coba mengecek Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Nurhadi di kanal ACCH website KPK. Namun, hingga berita ini diturunkan, tak ada LHKPN untuk profil Sekjen MA itu. Padahal, Nurhadi sempat melaporkan LHKPN untuk kali pertama selaku pejabat negara pada 8 November 2012 lalu atau setelah masalah meja ruang kerja seharga Rp 1 miliar terekspose di media massa.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas