Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Curhat Saat Kampanye, Ical Mengaku Banyak Dikritik

Banyak yang kritik saya di koran, padahal selama dipimpin Golkar 32 tahun baik atau tidak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Curhat Saat Kampanye, Ical Mengaku Banyak Dikritik
Bahri Kurniawan/Tribun Jakarta
Aburizal kampanye di Depok 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di hadapan ribuan kader partai dalam kampanye terbuka di Lapangan IREKAP, Cilodong, Depok, Jumat (21/3/2014) menuturkan bahwa dirinya banyak dikritik karena menyebut-nyebut keberhasilan Partai Golkar selama memimpin di Indonesia pada masa Orde Baru.

"Banyak yang kritik saya di koran, padahal selama dipimpin Golkar 32 tahun baik atau tidak?," ujar Ical disambut koor setuju dari para peserta kampanye.

Menurut Ical, justru bukti keberhasilan Partai Golkar selama 32 tahun merupakan bukti tak terbantahkan dan alasan untuk kembali menempatkan Golkar untuk memimpin Indonesia.

"Golkar partai yang pengalaman memimpin Indonesia," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan sejumlah pengamat menyebut parpol yang 'menjual' nama mantan Presiden Soeharto dalam kampanyenya sebagai partai yang tidak kreatif dan inovatif. Parpol tersebut dianggap hanya mengais barang lama saja.

Hal tersebut dikatakan peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego, dimana menurutnya parpol yang membawa-bawa nama Soeharto dalam kampanyenya sebagai partai yang tidak memiliki inovasi.

“Partai yang seperti ini adalah partai yang tidak inovasi, tidak kreatif. Mereka seperti mengais-ngais barang lama saja. Mereka tidak menyadari bahwa kemenangan masa lalu partainya bukan karena partainya hebat, tapi karena permainan kekuasaan, pemaksaan politik,” beber Indria, Kamis (20/3/2014).

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan, saat ini para pemilih sudah cerdas dan kritis. Menurutnya dalam kenyataannya, masyarakat tidak rindu dengan suasana Orde Baru rezim pemerintahan Presiden Soeharto seperti yang dikampanyekan oleh parpol tersebut.

"Parpol ini tidak melakukan pendidikan politik yang baik, karena parpol seolah-olah coba membuat masyarakat rindu dengan suasana Orde Baru. Padahal kenyataannya tidak seperti itu," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas